JawaPos.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan kembali meningkat sepanjang tahun ini.
Terhitung sejak 1 Januari hingga 7 Desember 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mencatat total 624 kasus. Meski jumlahnya cukup tinggi, seluruh pasien tertangani dengan baik sehingga tidak ada laporan korban jiwa.
"Dari 624 kasus DBD, tidak ada yang meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar saat dikonfirmasi Jawa Pos, kemarin (9/12).
Lonjakan kasus terjadi di seluruh kecamatan. Berdasarkan data Dinkes, pada Januari terdapat 99 kasus, Februari 67 kasus, Maret 43 kasus, April 57 kasus, dan Mei 50 kasus. Kasus kembali naik pada Juni dengan 53 kasus, Juli 54 kasus, dan Agustus mencapai 70 kasus. Selanjutnya, pada September tercatat 40 kasus, Oktober 42 kasus, November 36 kasus, dan Desember (hingga 7 Desember) sebanyak 13 kasus.
Secara wilayah, kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Pondok Aren dengan 131 kasus. Disusul Ciputat 114 kasus, Pamulang 99 kasus, Serpong 89 kasus, Ciputat Timur 77 kasus, Serpong Utara 58 kasus, dan Kecamatan Setu 56 kasus. "DBD paling banyak terjadi pada usia 15-44 tahun," tambah Allin.
Berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Tangsel untuk menekan penyebaran DBD. Antara lain edukasi pencegahan, pemberian larvasida, sertifikasi RW bebas jentik, survei vektor, evaluasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dan fogging fokus. Selain itu, penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus juga terus digalakkan melalui program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.
Untuk memutus rantai penularan, Dinkes melakukan penyemprotan fogging di wilayah yang dinilai berisiko berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh petugas puskesmas bersama koordinator jumantik setempat.
Para kader jumantik juga aktif melakukan silent survey, grebek jentik, serta edukasi agar masyarakat berperan sebagai pemantau jentik di rumah masing-masing.
"Para kader terus mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan, melakukan 3M plus, dan memastikan rumah bebas jentik," pungkas Allin.
Editor : Hendra