JawaPos.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2025 dipastikan akan berlangsung dengan format yang lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemkot memilih untuk memangkas kegiatan seremonial demi efisiensi anggaran.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, kebijakan penyederhanaan perayaan HUT dilakukan sebagai konsekuensi dari penurunan pendapatan daerah. Tangsel tercatat mengalami pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi hingga sekitar Rp510 miliar. Dengan postur keuangan yang menyusut, pemerintah harus melakukan penyesuaian agar layanan publik tetap berjalan optimal.
Menurut Benyamin, prioritas anggaran tetap diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan ditekankan tidak boleh mengalami gangguan akibat penurunan pendapatan. Oleh karena itu, anggaran untuk kegiatan seremonial dan hiburan dipangkas signifikan.
"Termasuk semua perayaan-perayaan hari jadi, perayaan-perayaan yang seremoni-seremoni itu jauh dikurangi," kata Benyamin, kemarin (24/11).
Dia memastikan, pemerintah tetap ingin memperingati hari jadi kota, namun dengan pendekatan yang lebih substansial dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Meski sederhana, sejumlah rangkaian tetap disiapkan untuk merawat semangat kebersamaan dan identitas daerah.
"Kegiatan yang akan digelar tahun ini di antaranya selametan, santunan kepada yatim, pengajian di berbagai wilayah, bazar murah, hingga program pernikahan masyarakat. Jadi yang betul-betul dinikmati oleh masyarakat," terang Benyamin.
Dengan format baru ini, peringatan HUT Tangsel diharapkan tetap membawa manfaat dan kegembiraan bagi warga tanpa membebani anggaran daerah. Pemerintah menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti menghilangkan esensi perayaan, melainkan memastikan bahwa setiap pengeluaran diarahkan pada kebutuhan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Editor : Hendra