Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Waspada Penyakit Menular! 66 Anak di Tangsel Terpapar Campak Rubella, Dinas Kesehatan Gencarkan Imunisasi MR

Muhtamimah • Senin, 3 November 2025 | 15:18 WIB
Ilustrasi - Masyarakat diimbau memanfaatkan imunisasi campak secara gratis di posyandu dan puskesmas yang ada di Kota Tangerang.
Ilustrasi - Masyarakat diimbau memanfaatkan imunisasi campak secara gratis di posyandu dan puskesmas yang ada di Kota Tangerang.

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sebanyak 66 anak terkonfirmasi positif campak dan 9 anak positif rubella hingga akhir Oktober 2025.

Sementara total kasus suspek campak rubella mencapai 538 kasus. Pemerintah Kota Tangsel pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit menular tersebut.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, sebagian besar kasus terjadi pada anak berusia 1-4 tahun yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau sama sekali belum diimunisasi.

Campak atau morbili disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbillivirus dan menular sangat cepat melalui udara, terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi rendah. 

"Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Hampir 100 persen anak yang belum memiliki kekebalan dapat tertular bila terpapar virus ini," kata Allin, (3/11).

Menurutnya, sebagian besar penderita campak dapat sembuh tanpa pengobatan khusus.

Namun, anak di bawah lima tahun, orang dewasa di atas 20 tahun, serta penderita malnutrisi, kekurangan vitamin A, atau gangguan kekebalan tubuh (misalnya HIV) berisiko tinggi mengalami komplikasi berat, antaralain diare berat, pneumonia dan bronkopneumonia, otitis media (infeksi telinga), malnutrisi dan kebutaan, ensefalitis, subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) dan ulkus pada mukosa mulut.

"Kematian akibat campak umumnya disebabkan oleh komplikasi tersebut, terutama jika tidak segera ditangani," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Tangsel terus menggencarkan imunisasi MR (Measles Rubella) yang terbukti efektif melindungi anak dari risiko penularan.

Pemkot juga melakukan berbagai upaya respons cepat, di antaranya sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan cakupan imunisasi, penguatan surveilans dan pelacakan kasus, serta memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan.

Allin menegaskan pentingnya peran orang tua untuk aktif memeriksakan status imunisasi anak dan tidak menunda pemberian vaksin dasar.

"Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Imunisasi adalah langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak dari bahaya campak dan rubella,"tegasnya.

Allin mengimbau masyarakat agar mengenali gejala awal campak seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, batuk, pilek, mata merah, ruam kemerahan dari belakang telinga hingga ke seluruh tubuh, serta munculnya koplik's spot atau bercak putih di dalam mulut.

Pemkot Tangsel mengajak seluruh warga untuk Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa campak di lingkungan sekitar.

"Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Imunisasi adalah langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak dari bahaya campak dan komplikasinya," imbuh Allin.

Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. (FOTO: Muhtamimah/JawaPos.com)
Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. (FOTO: Muhtamimah/JawaPos.com)

Editor : Hendra
#tangerang selatan #campak #tangsel #rubella #dinkes