JawaPos.com – Puluhan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti kegiatan Guru Menulis, sebuah pelatihan menulis yang digelar Jawa Pos Media bekerja sama dengan Dikbud Tangsel.
Pelatihan yang diselenggarakan secara daring dan gratis ini bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis para guru dalam berbagai format, mulai dari artikel, esai, hingga materi ajar yang kreatif dan komunikatif.
Kegiatan tersebut menghadirkan Zalzilatul Hikmia, Reporter Jawa Pos di Kemendikdasmen sebagai narasumber. Dalam paparannya, Zalzilatul menjelaskan pentingnya literasi media dan penulisan kreatif bagi dunia pendidikan.
"Literasi ini banyak cara untuk mewadahi dunia pendidikan. Di Jawa Pos, kami tidak hanya menulis berita atau politik, tapi juga memberi ruang bagi seni, pendidikan, dan ide-ide menarik. Dengan gaya penulisan khas Jawa Pos," kata Mia, kemarin (15/10).
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan dan aktif menanyakan berbagai teknik penulisan yang efektif. Agar mereka bisa menuangkan pemikirannya dalam sebuah karya tulis.
Sementara itu General Manager Jawa Pos Metropolitan Suprianto mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai sekolah di Tangsel. Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan ini juga bertujuan membangun hubungan yang positif antara guru dan media, sehingga karya tulis para guru dapat dipublikasikan dan mendapat perhatian lebih luas.
"Kami berharap dari kegiatan ini lahir ide-ide segar dan opini guru yang nantinya dapat dimuat di halaman Aglomerasi, khususnya edisi Tangsel," kata Suprianto.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan semakin percaya diri menulis dan membagikan gagasan mereka kepada siswa maupun masyarakat. Dengan begitu, dunia pendidikan di Tangsel tidak hanya kuat dalam praktik mengajar, tetapi juga dalam membangun budaya literasi dan ekspresi kreatif di kalangan pendidik.
"Output kegiatan ini, ingin membantu guru mengasah dan memperbaiki keterampilan menulis mereka dalam berbagai format, seperti artikel, esai, dan materi ajar. Kemudian juga memberikan ruang bagi guru untuk mengekspresikan ide-ide mereka secara kreatif dan inovatif,
yang dapat berdampak positif pada metode pengajaran mereka," terangnya.
Selain itu juga meningkatkan rasa percaya diri guru dalam menulis, sehingga mereka berani untuk berbagi tulisan mereka dengan siswa dan masyarakat luas. Serta mengenalkan berbagai teknik dan strategi penulisan yang dapat digunakan guru untuk menyusun materi ajar yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Editor : Hendra