JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sebanyak 84 ribu siswa atau sekitar 31 persen dari total siswa di Tangsel telah menerima manfaat program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangsel Deden Deni menjelaskan, pelaksanaan MBG dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah. Saat ini ada 41 SPPG yang terdaftar di Tangsel, namun baru 29 yang sudah operasional.
"Yang lain masih dalam proses perizinan, jadi ada percepatan di satu bulan terakhir ini. Mudah-mudahan nanti, sesuai dengan harapan kami, bisa terpunuhi semua," kata Deden di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Senin (13/10).
Dia menuturkan, dengan jumlah siswa di Tangsel mencapai sekitar 300 ribu orang, target penerima MBG ditetapkan sekitar 270 ribu siswa, setelah dikurangi 10 persen yang melaksanakan secara mandiri. Satu dapur SPPG melayani sekitar 3.500 hingga 4.000 siswa.
Saat ini, 29 SPPG yang beroperasi telah melayani sekitar 220 sekolah di seluruh wilayah Tangsel.
"Siswa yang menerima kurang lebih 84 ribu, kalau dipresentasikan 31 persen dari siswa yang ada di Tangsel sudah menerima manfaat makan bergizi gratis," ungkap Deden.
Deden menambahkan, pihaknya telah mengundang para kepala sekolah untuk memberikan masukan dan evaluasi terkait pelaksanaan MBG. Terutama soal kualitas makanan, waktu distribusi, dan kemasan.
"Ada masukan dari sekolah, misalnya soal perbedaan menu untuk anak-anak TK yang belum mandiri makan, atau soal distribusi supaya makanan tidak cepat basi. Semua ini jadi bahan perbaikan agar program berjalan lebih baik dan aman bagi anak-anak supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," imbuh Deden.