JawaPos.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah resmi dilaksanakan di seluruh jenjang pendidikan. Program itu menyasar 963 sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan total lebih dari 301.598 siswa yang akan diperiksa kesehatannya secara bertahap.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan, sasaran program ini terdiri dari 466 SD, 286 SMP, dan 211 SMA. Sementara jumlah siswa yang akan diperiksa sebanyak 162.004 di tingkat SD, 70.829 siswa SMP, dan 68.765 siswa SMA.
Baca Juga: Kasus TBC di Tangsel Terus Meningkat, Angka Penderita Tembus 3 Ribu Kasus
"Untuk masyarakat, cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas kita sudah mencapai angka 51 ribu, itu setiap hari terus berjalan di pemeriksaan kesehatan. Kemudian untuk total di tingkat siswa ini baru hari ini kick off-nya. Nanti akan kita pantau ke depan seperti apa," ungkap Benyamin usai acara Kick Off CKG Sekolah di SMAN 6 Kota Tangsel, Pamulang, Senin (4/8).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung oleh petugas dari Puskesmas, yang ditugaskan ke sekolah-sekolah secara bergilir selama tiga hari untuk setiap sekolah. Pemeriksaan meliputi mata, telinga, gigi dan sebagainya.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan kondisi kesehatan yang tidak normal pada siswa, Pemkot Tangsel akan langsung merujuk ke Puskesmas terdekat untuk penanganan lanjutan. Biaya penanganan seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Benyamin menuturkan, prinsip pemeriksaan di sekolah dan di Puskesmas pada dasarnya sama.
"Kalau di sekolah justru lebih lengkap karena ada tes kebugarannya juga. Siswa dites fisiknya, termasuk diminta lari untuk melihat kondisi kebugaran tubuh," jelas Benyamin.
Dia menambahkan, pencatatan rekam medis atau medical record siswa sangat penting. Itu akan digunakan untuk tindak lanjut pengobatan dan pemantauan kondisi siswa ke depannya.
Baca Juga: Selama 7 Bulan, 241 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Tangsel
Program CKG bagi pelajar tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2025, namun Benyamin berharap prosesnya bisa lebih cepat.
"Lebih cepat lebih bagus. Tapi secara resmi program ini berjalan sampai Desember. Yang penting seluruh siswa bisa terlayani dan kesehatannya terpantau," ujarnya.
Editor : Hendra