JawaPos.com - Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin mendekati kenyataan. PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinarmas Land) terkait rencana perpanjangan jalur MRT North South Line dari Lebak Bulus menuju Serpong.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah awal untuk menyusun kajian pembangunan MRT jalur utara-selatan yang akan diperpanjang. Dengan adanya MoU itu, pembangunan MRT ke Tangsel sudah mulai terlihat titik terangnya.
"Kalau rute atau trase-nya itu nanti termasuk di dalam kajian yang akan disusun. Tapi memang akan melewati wilayah Serpong, dari Jakarta ke Serpong," ungkap Benyamin, kemarin (25/7).
Menurut Benyamin, kesepakatan itu menjadi sinyal positif bagi peningkatan konektivitas antarwilayah. Dia menyebut kebutuhan akan transportasi massal berbasis rel sudah mendesak, mengingat tingginya mobilitas warga Tangsel menuju Jakarta setiap harinya.
"Dari data yang kami miliki, pengguna transportasi, mobilitas masyarakat dari Tangsel ke Jakarta hampir 140 ribu orang per hari. Artinya ada potensi yang harus segera direspons," ujarnya.
Benyamin berharap, kajian tersebut segera tuntas agar pembangunan fisik bisa segera dimulai. Apalagi, pembangunan MRT dapat meningkatkan perekonomian.
"Selain mengurangi kemacetan, kehadiran MRT juga akan menumbuhkan ekonomi baru di sekitar titik-titik stasiun. Harga tanah bisa naik, pelayanan publik meningkat, dan masyarakat punya pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan," terangnya.
Terkait dengan konsep teknis, Benyamin menegaskan bahwa kajian masih dalam tahap awal. Berbagai aspek seperti jenis kereta, daya angkut, hingga estimasi biaya pembangunan akan dianalisis secara komprehensif.
"Ini baru tahap kajian. Nantinya semua dihitung secara teknis, dari kapasitas, jenis transportasinya, sampai trase yang akan dibangun," lanjutnya.
Benyamin juga berharap, dengan hadirnya MRT di Tangsel, masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien, khususnya MRT.
"Harapan saya, warga Tangsel bisa beralih ke MRT untuk bepergian ke Jakarta. Baik itu untuk bekerja, sekolah, atau aktivitas lainnya," pungkasnya.
Editor : Hendra