JawaPos.com - Akibat intensitas hujan yang tinggi, sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan mengalami banjir. Salah satunya Perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan, hingga siang hari (Selasa, 8 Juli) banjir di Pondok Maharta belum juga surut. Hal itu karena curah hujannya sangat tinggi pada Senin (7/7) sore hingga malam hari.
"Kita sudah kerahkan mesin mobil pompa air, termasuk dari BBWS Ciliwung Cisadane, punya Tangsel juga dari Dinas Sumber Daya Air, kemudian juga dari BPBD sudah kita kerahkan," kata Benyamin usai meninjau banjir di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren.
Benyamin menyampaikan, akibat banjir tersebut ratusan kepala keluarga di Perumahan Pondok Maharta pun terdampak. Menindaklanjuti itu, pihaknya akan menyalurkan bantuan makanan di tiga RW, yaitu RW 10, RW 9 dan RW 11 yang berada di lingkungan Pondok Maharta.
Tak hanya itu, dalam penanganan banjir di Pondok Maharta, Pemkot Tangsel juga akan berkoordinasi dengan Kota Tangerang. Sebab, wilayah tersebut berbatasan dengan Kota Tangerang sehingga harus menjadi perhatian Provinsi Banten.
"Yang paling penting koordinasi dengan wilayah Kota Tangerang karena jangan sampai di kita lancar kemudian di wilayah Kota Tangerang terjadi penyempitan, penyumbatan. Nanti mungkin akan ketemu dengan bapak gubernur, akan saya infokan," ujarnya.
Benyamin memastikan, mesin pompa air yang digunakan untuk menangani banjir di Perumahan Pondok Maharta tersebut berfungsi. Namun, bila melihat debit air yang tinggi maka mesin air di wilayah tersebut masih kurang.
"Di APBD 2025 ini sudah kita siapkan lagi pengadaan pompa airnya. Kemudian kita juga bangun lagi pintu air, kurang lebih 10 pintu air di wilayah Kota Tangsel, termasuk untuk sungai maharta ini," ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi tingkat Kota Tangsel untuk penanganan banjir. Supaya warga Tangsel kehidupan tenang.
"Saya prihatin dengan kejadian banjir kali ini. Terlebih curah hujan yang tinggi masih akan terus berlangsung menurut BMKG. Makanya kita antisipasi," pungkasnya.
Editor : Hendra