JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berharap ada penambahan bus Transjabodetabek di wilayahnya. Transportasi tersebut dinilai membantu mengurangi kemacetan di kota Tangsel.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, tentunya sistem transportasi antara Jakarta dengan Tangsel bisa terintegrasi melalui Transjabodetabek. Dia berharap, nanti bukan hanya rute-nya yang bertambah, tapi jumlahnya juga bisa ditambah.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan RANA Grounds Parigi Soccer Field, Miliki Rumput Berstandar FIFA!
"Karena itu sudah menjadi komitmen berdua antara Pemprov DKI dengan Gubernur Banten dan kami pada waktu itu," kata Benyamin, Sabtu (21/6).
Benyamin berharap, dengan adanya Transjabodetabe, kemacetan di kota Tangsel dapat berkurang. Diperkirakan sekitar 20 sampai 25 persen kemacetan akan mampu teratasi dengan transportasi publik tersebut.
"Nanti ditambah dengan MRT yang masih panjang ceritanya, mudah-mudahan 30 persen kemacetan di Tangsel bisa teratasi, itu juga tergantung kemauan masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Saya nanti lagi berfikir juga bagaimana membangun park and ride, transit buat parkir itu. Dari situ dia naik transjabodetabek. Itu yang lagi dikaji sama temen-temen dengan Dishub," tutur Benyamin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel Ayep Jajat Sudrajat mengungkapkan, adanya Transjabodetabek akan memudahkan masyarakat Tangsel yang ingin ke Jakarta. Dengan demikian, kemacetan diperkirakan akan dapat berkurang. Warga yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja ke Jakarta, kelak dapat menggunakan transportasi umum.
"Kalau rata-rata jumlah penumpang itu pagi dan sore saja. Ada bus yang BSD-Fatmawati, itu jalannya hanya pagi dari sini dan sore dari sana. Karena di siang harinya tidak ada penumpangnya, sepi, yang menggunakan orang kantoran semua. Sama juga dengan yang Alam Sutera-Blok M, itu berkurang juga kalau siangnya. Jadi sebetulnya mereka hanya menggunakan di pagi, orang-orang yang rata-rata mau kerja," ungkap Ayep.
Dia menyampaikan, untuk jumlah Transjabodetabek dari BSD-Fatmawati, jumlahnya ada empat unit. Dengan jumlah armada itu, banyak masyarakat yang menginginkan adanya penambahan bus di BSD. Sebab, jumlah penumpang di jam sibuk cukup tinggi sehingga menyebabkan antrean. Dia menambahkan, rata-rata penumpang rute BSD-Fatmawati per hari tercatat 400 penumpang.
Baca Juga: Komisi III DPR Duga Pemeriksaan dan Putusan Kasus Agnes Mo Tak Sesuai UU, Laporkan Hakim ke Bawas Mahkamah Agung
Sedangkan untuk rute Alam Sutera-Blok M, jumlah penumpang sebanyak 2.200 per hari.
"Kita kan di terminal BSD menyimpan kotak saran, di situ ada beberapa permintaan penumpang, karena nunggu bus yang berikutnya lumayan lama, jadi minta tambahan armada. Kita sudah mengajukan ke Transjabodetabek, terkait permintaan masyarakat untuk penambahan armada di Fatmawati-BSD. Penambahan kira-kira butuh satu bus lagi juga cukup," ungkapnya.
Editor : Hendra