JawaPos.com - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan menargetkan pendapatan pajak di 2025 mencapai Rp 2,5 triliun. Hingga Maret, capaian realiasi pajak sudah 24%.
Sekretaris Bapenda Kota Tangsel Rahayu Sayekti mengungkapkan, target pajak di Kota Tangsel pada 2025 yakni Rp 2,5 triliun, tepatnya Rp 2.548.478.000.000. Hingga Maret, capaian realisasi pajak sudah 24%.
"Sekarang sudah 24,07 persen atau kalau rupiahnya Rp 613.333.630.144, itu untuk semua sektor pajak," kata Ayu sapaan akrab Rahayu Sayekti di Puspemkot Tangsel, Ciputat (24/3).
Ayu menyampaikan, untuk capaian realisasi pajak di triwulan satu rata-rata sudah melebeihi target. Adapun capaian pajak di triwulan satu yaitu pajak bumi dan bangunan (PBB) sudah 157%, pajak hotel sudah 145%, pajak restoran sudah 135% dan pajak hiburan sudah 138%.
Kemudian pajak reklame sudah 157%, PBJT tenaga listrik sudah 107%, PBJT jasa parkir masih 70 persen, pajak air dan tanah sudah 168%, dan bea perolehan hak atas tanah dan banguna (BPHTB) sudah 119%.
Selanjutnya, untuk opsen PKB (pajak kendaraan bermotor) sampai dengan triwulan satu Bulan Maret sudah di angka 99,67%. Sedangkan opsen BBNKB (Bea Balik Nama Kendaran Bermotor) ada 63,32%.
Ayu menuturkan, untuk mendorong penerimaan pajak, pihaknya masih melakukan sejumlah upaya. Khususnya, untuk PBJT jasa parkir.
"Temen-temen masih melakukan turun ke lapangan untuk mengecek penerimaan dari sisi parkir sama melakukan pengawasan untuk pajak parkir semuanya," tuturnya.
Ayu menambahkan, tarkait adanya Isntruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisinesi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025 dampaknya saat ini belum terlihat dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangsel. Sebab, efisiensi anggaran baru berjalan.
"Kita sih beraharap tidak terlalu berdampak. Tapi yang pastinya, karena ini efisinesi di kita kan baru berjalannya belum sampai satu bulan jadi hitungannya masih yang bulan sebelumnya, masih stabil. Sekarang belum bisa dilihat jomplangnya. Nanti mungkin masuk triwulan dua bisa kita lihat evaluasinya dampak efisiensi seperti apa," imbuh Ayu.