JawaPos.com - Akibat hujan yang terjadi pada Senin (3/3) sampai Selasa (4/3), tercatat ada 11 titik di Kota Tangerang Selatan yang terjadi banjir. Sebanyak 2.010 kepala keluarga (KK) pun terdampak.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel tercatat ada 11 titik di Kota Tangsel yang mengali banjir karena debit air yang sangat besar di Jabodetabek. Hingga Selasa (4/3), pukul 15.00 WIB tersisa air ada dua titik yang masih banjir yaitu Perumahn Pondok Maharta dan Kampung Bulak, Kecamatan Pondok Aren.
"Kami sudah melakukan penambahan pompa, Alhamdulilah sudah surut, di sini (Pondok Maharta) ada 8 pompa yang aktif," kata Pilar usai meninjau banjir di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren (4/3).
Pilar menuturkan, sebenarnya beberapa bulan lalu di Perumahan Pondok Maharta sudah tidak ada banjir karena pompa sudah berjalan efektif. Kemudian dinding turap sepanjang kali Maharta yakni lebih dari 1 kilo meter sudah berjalan dengan baik.
"Cuma karena debit air yang memang cukup tinggi, intensitas hujan kemarin dan kiriman dari wilayah lain juga cukup tinggi. Ini terjadi banjir sampai di jam 3 sore tadi," tuturnya.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi banjir, pihaknya sudah melakukan mitigasi. Yakni akan menambah pompa dan akan menambah peninggian turap di beberapa titik.
"Kami standby di titik-titik rawan banjir, ada 11 hari ini. Itu yang menjadi perhatian kita supaya BPBD dan dinas terkait standby. Kita juga memantau terus pompa supaya lancar, pintu air juga berjalan semestinya dan juga ada tambahan pompa mobile yang sudah disediakan oleh Dinas Bina marga. Kalau misalkan pompa yang ada tidak mencukupi begitu debit air tinggi kita gunakan pompa mobile," imbuh Pilar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangsel Sutang Suprianto menambahkan, adapun 11 titik yang banjir tersebut yaitu Jalan Flamboyan RT 06/12, Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur dengan tinggi air 20 sampai 50 cm dan jumlah warga terdampak sebanyak 80 KK.
Kemudian Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, tinggi air 60 cm dan jumlah warga terdampak sebanyak 70 KK.
Selanjutnya, Perumahan Pondok Maharta RW 9 & RW 10, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren dengajn tinggi air 30 cm sampai 120 cm dan warga terdampak 700 KK. Lalu, Perumahan Pinus Sasmita RW 24, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang dengan tingggi air 25 cm sampai 50 cm dan warga terdampak sebanyak 120 KK.
Titik banjir selanjutnya, Perumahan Taman Mangu, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, dengan tinggi 60 cm dan warga terdampak 400 KK. Perumahan Pamulang Asri 2 RW 9, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat dengan tinggi air 20 cm sampai 70 cm dan warga terdampak 180 KK.
Perumahan Graha Mas RT 07,08 RW 12, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, dengan tinggi 30 cm sampai 50 cm dan warga terdampak 100 KK. Perum Bintaro Indah, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat dengan tinggi 20 sampai 45 cm dan warga terdampak 180 KK. Selanjutnya, Jalan Roda RT 05/012, Sawah Lama, Ciputat dengan tinggi 30 cm dan jumlah warga terdampak 30 KK.
"Terakhir Perumahan Rosewood di Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat dengan tinggi 30 cm dan warga terdampak 60 KK. Lalu Perumahan Pondok Safari, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren dengan tinggi air 30 cm dan warga yang terdampak ada 90 KK," imbuhnya.