Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Harga Jual Properti di Tangerang dan Tangsel Meningkat Pesat, Tipe 54 Kebawah Naik 19 Persen

Farah Nurul Nabila • Kamis, 13 Februari 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi - Foto udara area perumahan di kawasan Tangsel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Ilustrasi - Foto udara area perumahan di kawasan Tangsel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Harga jual properti di kawasan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan mengalami pertumbuhan pesat. Dirilis dari platform properti Pinhome, harga jual rumah naik hampir di semua tipe, khususnya lebih kecil atau sama dengan 54 sebesar 8%.

Hal ini juga dipengaruhi karena kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangsel yang telah menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan diprediksi mampu menarik lebih banyak lagi investasi sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur.

Di Kota Tangerang, juga terjadi kenaikan harga jual signifikan untuk tipe lebih kecil atau sama dengan 54 sebesar 19%. Ini disinyalir terkait dimulainya pembangunan Jalan Tol Kataraja (Kamal-Teluk Naga-Rajeg-Balaraja). 

Merilis data terbaru Pinhome Home Value Index (PHVI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI),  data kuartal 4 tahun 2024 menunjukkan banyak pertumbuhan pasar properti di berbagai kota. CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata menyatakan tren kenaikan harga jual saat ini harus dipandang sebagai peluang bagi calon pembeli agar lebih bijak dalam membuat keputusan.

“Ini saatnya untuk lebih mengedukasi diri, menggali pilihan yang ada, dan memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi yang lebih transparan dan akurat,” ujar Dara.

Bagi penjual, Dara mengingatkan pentingnya menetapkan harga yang kompetitif serta memberikan pengalaman yang positif bagi calon pembeli. “Memberikan informasi yang transparan adalah kunci untuk mempercepat transaksi. Selain itu, pertimbangkan penawaran insentif menarik dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar,” tambahnya.

Sedangkan di Jakarta, terdapat peluang yang lebih kompetitif, terutama di wilayah yang mengalami penurunan seperti Jakarta Utara dan Pusat. “Berbeda dengan kota lain, area Jakarta pada kuartal 4 tahun 2024 cenderung mengalami ketahanan pasar atau bahkan penurunan harga jual. Peningkatan inventori yang lebih pesat dari permintaan diduga salah satu penyebabnya,” pungkas Dara. 

Editor : Hendra
#tangerang selatan #tangsel #tangerang #bsd #kek