Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tangsel Sudah Capai 741 Kasus, Wali Kota Benyamin Davnie Dorong Peran Jumatik

Muhtamimah • Jumat, 13 Desember 2024 | 13:21 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar dalam Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD di Kantor Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangsel.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar dalam Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD di Kantor Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangsel.

JawaPos.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan sampai saat ini sudah mencapi 741 kasus. Angka tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel sejak 1 Januari hingga 7 Desember 2024.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, 741 kasus itu tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.

Yakni Kecamatan Ciputat sebanyak 151 kasus, Pamulang ada 141, Pondok Aren ada 122, Serpong ada 115 dan Serpong Utaraada 99 kasus. 

"Kemudian Kecamatan Setu ada 61 kasus san Ciputat Timur ada 52 kasus," ungkap Allin kepada Jawa Pos (12/12).

Allin menjelaskan, pada Januari 2024 kasus DBD di Tangsel tercatat ada 70 kasus, Februari ada 131, Maret ada 167 kasus, April ada 71 kasus Mei ada 97 kasus dan Juni ada 64. Kemudian Juli ada 54, Agustus ada 22, September 12, Oktober ada 15 dan November 30 kasus. 

"Pada Desember hingga tanggal 7 tercatat ada 8 kasus," jelas Allin.

Di sisi lain, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pengendalian DBD menjadi prioritas nasional karena menjadi salah satu penyakit menular di Kota Tangsel. Terlebih, penularan penyakit tersebut di Tangsel telah mencapai angka 700 kasus.

"Meskipun tidak ada kasus kematian, tetapi kita harus terus tekankan agar tidak bertambah," tutur Benyamin.

Menurutnya, untuk menekan angka itu, salah satu langkah yang dibutuhkan adalah gerakan dan kesadaran dari semua elemen. Dia berharap, kader-kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dibantu oleh kader kesehatan lainnya untuk menekan tingkat DBD di Tangsel.

"Kader-kader Jumantik di wilayah Tangsel total ada 20 ribu, mudah-mudahan semuanya aktif dalam mendukung pengendalian DBD," ujar Benyamin.

Dia menambahkan, pada tahun 2025, pihaknya menargetkan sebesar 50 persen Rukun Warga (RW) tersertifikasi RW bebas jentik. Dengan demikian, maka kasus DBD di Tangsel bisa diminimalisir. "Saya instruksikan untuk segera berproses terapkan satu rumah satu Jumantik dan melakukan sertifikasi," pungkas Benyamin. 

 

Editor : Hendra
#tangerang selatan #tangsel #demam berdarah #dbd