Jawa Pos – Belum lama ini anak-anak di tujuh wilayah Indonesia mengalami kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP). Penyebabnya karena jajanan bernama Latiao.
Tujuh wilayah yang melaporkan adanya KLBKP adalah Sukabumi, Lampung, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau. Latiao sendiri merupakan camilan pedas dari Tiongkok.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengaku telah mengambil sampel Latiao. ’’Hasil pengujian laboratorium terhadap produk yang diduga menyebabkan KLBKP menemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus,’’ katanya kemarin (1/11). Bakteri tersebut menghasilkan racun yang memicu sakit perut, pusing, mual, dan muntah.
Dari 73 produk Latiao, empat di antaranya mengandung bakteri bacillus cereus. Pengimpor makanan terdeteksi ada lima perusahaan. BPOM pun akan menelusuri importir mana yang terdapat produk beracun itu.
Biasanya pangan menjadi berbakteri karena sudah kedaluwarsa. Namun, Taruna menyebut snack itu belum kedaluwarsa. Diduga, karena ada masalah lain. ’’Bisa juga karena suhu, udara, atau sterilitas saat pengemasan,’’ ungkapnya.
BPOM sudah meminta kementerian terkait untuk men-takedown produk online Latiao. ’’Kami minta importir untuk melaporkan proses penarikan dan pemusnahan,’’ pungkasnya. (lyn/c17/bay)
Editor : Hendra