JawaPos.com – Program studi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) kembali mengikuti festival tahunan Bintaro Design District (BDD) 2024 pada Rabu (30/10) di Bintaro, Tangerang Selatan.
Festival ini merupakan acara yang menghubungkan para desainer, arsitek, serta pelaku seni di kawasan Bintaro.
Tahun ini, BDD mengangkat tema “Analog Reality”. Tema tersebut berkaitan dengan kemajuan analog dan kehidupan nyata, di mana era digital mempermudah banyak aktivitas manusia.
Arsitektur UPJ meramaikan BDD dengan konsep instalasi bernama Tula, yakni presentasi dari prinsip Tensegrity atau struktur yang saling berhubungan dan seimbang. Tula sendiri memiliki unsur nilai dasar UPJ, yakni keseimbangan, stabilitas, kolaborasi, inovasi, dan kreativitas.
Acara peresmian dihadiri oleh Yudi Samyudia selaku Rektor UPJ, Frans Satyaki Sunito selaku Presiden UPJ, dan Danny Wicaksono sebagai kurator BDD. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan permainan alat musik angklung.
Rektor UPJ tak lupa berterima kasih kepada program studi Arsitektur UPJ yang telah berhasil lolos seleksi BDD sehingga UPJ menjadi satu-satunya universitas yang berpartisipasi dalam festival ini.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi bermanfaat serta bisa menggabungkan seni dan teknologi menjadi karya yang indah”, ujar Yudi di Tangsel.
Melalui instalasi Tula, UPJ menunjukkan komitmennya untuk memajukan bidang desain dan arsitektur, terutama di tengah tantangan era digital. Tula menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan inovasi, serta bukti nyata bagaimana prinsip desain yang menitikberatkan keseimbangan dapat diimplementasikan secara langsung.