Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Tangerang Selatan Diserang Suhu Panas Mencapai 35 Derajat! Cek Pengertian serta Efek dari Heatwave di Indonesia

Chika Faiza Fasha • Rabu, 30 Oktober 2024 | 13:30 WIB

Ilustrasi cuaca panas. (Dok. BMKG)
Ilustrasi cuaca panas. (Dok. BMKG)

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah dengan suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia per harinya. Wilayah Tangerang menjadi langganan yang masuk ke dalam daftar tersebut.

Berdasarkan daftar suhu maksimum harian di Indonesia, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta yang berada di Tangerang beberapa kali tercatat sebagai wilayah dengan suhu tertinggi se-Indonesia, yakni pada 22 - 23 Oktober yang mencapai 35°C, 27 – 28 Oktober yang mencapai 34.6°C, dan 28 - 29 Oktober yang mencapai 35.4°C.

Suhu yang ekstrem ini membuat banyak orang berspekulasi sedang terjadi heatwave di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah dengan suhu maksimum harian tinggi. Benarkah demikian? Simak selengkapnya di sini!

Efek Heatwave

Dilansir dari laman resmi BMKG, heatwave atau gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) adalah fenomena udara panas yang berlangsung selama lebih dari lima hari berturut-turut. Saat heatwave, suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C (9°F) atau lebih.

Baca Juga: Butuh yang Segar di Cuaca Panas? Ini Lima Toko Gelato yang Enak di Tangerang Selatan

Fenomena heatwave dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah. Hal itu kemudian membuat aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.

Pada 2023 lalu, sebagian besar negara-negara di Asia Selatan sempat terdampak fenomena ini. Negara seperti Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand dan Laos saat itu melaporkan terjadi suhu panas lebih dari 40°C berhari-hari. Bahkan, Bangladesh pernah menjadi negara terpanas dengan suhu melebihi 50°C.

Kapan Bisa Dikatakan Heatwave?

Secara karakteristik fenomena, heatwave biasanya terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga tinggi, di belahan bumi bagian utara dan selatan, pada wilayah yang memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dengan luasan yang besar, atau wilayah kontinental atau sub-kontinental.

Secara indikator statistik suhu kejadian, heatwave terjadi karena kenaikan suhu panas yang tidak biasa selama lima hari atau lebih, sebagaimana standar dari WMO. Heatwave juga bisa dilihat dari suhu maksimum harian suatu wilayah yang melebihi ambang batas statistik, seperti 5°C lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum.

Apakah Indonesia Alami Heatwave?

Indonesia berada di wilayah ekuatorial, sehingga tidak memiliki karakteristik dinamika atmosfer seperti wilayah yang bisa terjadi heatwave. Indonesia juga tergolong cepat dalam variabilitas perubahan cuaca.

Yang terjadi di Indonesia digolongkan sebagai suhu panas. Suhu panas ini diakibatkan dari gerak semu matahari yang berulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa Indonesia tidak mengalami heatwave karena tidak memenuhi kriteria WMO. Meski demikian, BMKG tetap memperingatkan terjadinya suhu panas yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Empat Ide Bisnis Minuman Segar yang Cocok Untuk Cuaca Panas Tangerang Selatan, Modal Sedikit Untung Besar!

Editor : Hendra
#heatwave #bmkg #tangerang #gelombang panas