JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat jangkauan pendidikan dengan menggandeng 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan SKh dalam program Sekolah Gratis pada tahun ajaran 2026/2027.
"Langkah ini diambil untuk memastikan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap mendapatkan hak pendidikan berkualitas tanpa kendala biaya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, di Serang, Kamis.
Ia menyatakan bahwa program ini merupakan amanat langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang memandang pendidikan sebagai instrumen vital menuju Indonesia Emas 2045.
"Mulai tahun kemarin sudah dicanangkan sekolah gratis untuk swasta. Ada 801 sekolah dengan daya tampung sekitar 60 ribu siswa. Jika tidak diterima di sekolah negeri, masyarakat bisa memanfaatkan program ini," ujarnya.
Deden menegaskan bahwa keterbatasan daya tampung sekolah negeri tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Banten untuk bersekolah. Oleh karena itu, integritas kepala sekolah dan tenaga pendidik sangat ditekankan agar proses seleksi dan pelayanan pendidikan berjalan objektif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaludin menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini diawali dengan tahapan Pra-SPMB yang berlangsung hingga 31 Mei 2026.
Tahap ini difungsikan sebagai proses validasi data administrasi, mulai dari kartu keluarga, nilai rapor, hingga dokumen pendukung lainnya melalui portal https://spmb.bantenprov.go.id/.
“Hingga saat ini sekitar 70 ribu siswa sudah mendaftar di tahap Pra-SPMB. Tujuannya agar saat pendaftaran resmi dibuka pada 10 Juni nanti, sistem sudah bersih dari kendala data domisili atau nilai,” kata Jamaludin.
Pemprov Banten tetap menyediakan empat jalur utama untuk jenjang SMA Negeri yakni jalur domisili 35 persen terbagi untuk lingkungan sekolah dan wilayah, jalur prestasi 30 persen mencakup nilai akademik dan prestasi non-akademik, jalur afirmasi 30 persen prioritas bagi keluarga ekonomi tidak mampu dan disabilitas, dan jalur mutasi 5 persen untuk perpindahan tugas orang tua/wali.
"Untuk SMK Negeri, seleksi difokuskan pada rata-rata nilai rapor 30 persen, tes akademik 20 persen, serta tes minat dan bakat 50 persen, guna memastikan kesesuaian siswa dengan konsentrasi keahlian yang dipilih," ujarnya.
Dengan integrasi program sekolah gratis di sektor swasta dan transparansi sistem pendaftaran berkala di sektor negeri, Pemprov Banten optimis kualitas pendidikan di wilayah tersebut akan semakin merata dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Hendra