Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Wamenkomdigi Nezar Patria Minta Siswa Paham Dampak AI di Dunia Pendidikan, Hadiri Edu Fair 2025 SMA Al Azhar BSD Serpong

Muhtamimah • Jumat, 7 Februari 2025 | 21:00 WIB

 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria usai menghadiri kegiatan Edu Fair 2025 di SMA Al Azhar BSD, Serpong, Jum
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria usai menghadiri kegiatan Edu Fair 2025 di SMA Al Azhar BSD, Serpong, Jum

JawaPos.com - Kemajuan teknologi menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan, pihaknya mencoba memberikan perspektif tentang kemajuan teknologi di abad ke-21, salah satunya AI. Menurutnya, paling penting adalah generasi muda di Indonesia sejak dini atau SMA sudah sadar dengan perkembangan teknologi tersebut. 

"Bagaimana mereka harus menyikapinya. Kita sudah membuat aturan mengenai pengembangan AI ini agar memberikan lebih banyak manfaat dan mencoba meminimalkan resiko-resiko yang muncul dari pengembangan AI," kata Nezar usai kegiatan Edu Fair 2025 di SMA Al Azhar BSD Serpong, Tangsel Jum'at (7/2).

Nezar menuturkan, dirinya telah menyampaikan ke para siswa terkait manfaat dan dampak negatif dari penggunaan teknologi tersebut.

"Inilah yang tadi kita sampaikan ke anak-anak, misalnya mereka menggunakan ChatGPT. Itu ada sisi positif dan sisi negatifnya tergantung mereka menggunakan teknologi ini untuk membantu pendidikan," tuturnya.

Dia menegaskan, pihaknya telah menekan kepada para siswa meskipun ada ChatGPT, mereka harus tetap mengasah kempuan analitikalnya dan kemampuan berfikir kritis. Dengan demikian tidak gampang terseret ataupun tersesat oleh konten-konten yang ada di media digital atau media sosial.

"Sehingga anak-anak ini cukup jeli, cukup paham untuk mengetahui mana konten yang menyesatkan atau berbahaya untuk mereka," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Al Azhar BSD Moch Mukhrim menuturkan, hampir semua siswa pernah menggunakan ChatGPT di AI. Teknologi tersebut memang sangat membantu tetapi ada sisi negatifnya.

"Karena itu sajian jawaban instan, anak tanpa berusuha keras sudah langsung mendapatkan jawabannya. Ini membuat daya juang anak untuk mendapatkan informasi atau konsep-konsep dasar itu engga dapet. Sama halnya dengan makanan instan itu kan ada dampaknya," ujar Mukhrim.

Menurutnya, menggunakan ChatGPT untuk mendapatkan jawaban seperti halnya mendapatkan sesuatu itu diperoleh dengan mudah tanpa melalui perjuangan yang berat. Padahal, dalam memecahkan masalah seharusnya membuka berbagai refrensi untuk mendalaminya.

Dia menyampaikan, sekarang ini dengan ChatGPT siswa bisa langsung mendapatkan jawaban. Seharusnya, bila menggunakan ChatGPT, para siswa juga mengkreasikan lagi sesuai dengan pola fikirnya.

"Dampak negatifnya itu menanggap bahwa itu satu-satunya jawaban, padahal itu hanya salah satu alternatif jawaban yang diberikan. Anak kalau menjawab dengan ChatGPT pasti ketahuan kan guru juga membuka di ChatGPT, kalau anak menjawab sama berarti menggunakan ChatGPT," pungkasnya.

Editor : Hendra
#al azhar #serpong #tangsel #bsd #NEZAR Patria