Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kisah Prof Surjono Hadi Sutjahjo yang Ikut Wisuda Sarjana S1 di Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Pernah Dapat Nilai C dan Harus Mengulang

Hilmi Setiawan • Rabu, 20 November 2024 | 22:32 WIB

Guru besar IPB Prof Surjono Hadi Sutjahjo (tengah) usai mengikuti prosesi wisuda sarjana di Universitas Terbuka (19/11).
Guru besar IPB Prof Surjono Hadi Sutjahjo (tengah) usai mengikuti prosesi wisuda sarjana di Universitas Terbuka (19/11).

JawaPos.com - Belajar sepanjang hayat, benar-benar diterapkan oleh Prof Surjono Hadi Sutjahjo. Guru besar ahli genetik dan pemuliaan tanaman IPB itu, mengambil kuliah sarjana lagi. Di tengah kesibukannya sebagai dosen, Surjono meluangkan waktu untuk kuliah. 

Rasa lega, terpancar dari wajah Surjono usai mengikuti prosesi wisuda di kampus Universitas Terbuka (UT) Tangerang Selatan, pada Selasa (19/11). Dia berhasil menyelesaikan kuliah sarjana Program Studi Ilmu Hukum. "Kuliah saya kelebihan dua semester," katanya lantas tertawa. 

Surjono harus menyelesaikan studi sarjananya itu sekitar lima tahun. Pemicunya karena dia sempat terlupa waktunya mengurus administrasi. Karena kesibukannya sebagai dosen di IPB. Akhirnya supaya tidak terlupa lagi, dia membuat catatan khusus mengenai kalender akademik yang harus dia lalui. Kejadian itu, benar-benar jadi pelajaran yang berharga. 

Dia juga mengaku beberapa kali dapat nilai C. Sehingga harus mengulang. Bagi Surjono, urusan tanaman atau pertanian sudah di luar kepala. Tetapi kalau urusan hukum, benar-benar baru baginya. "Kalau di bidang saya ilmu pasti. Sementara (ilmu hukum) banyak menghafal pasal dan norma-norma," katanya di Tangsel. 

Menurut dia ilmu yang dia tekuni, memang berbeda dengan studi sarjananya di UT. Tetapi masih ada beberapa kaitannya. Misalnya untuk menjaga lingkungan atau alam, ada hukum lingkungan. Sehingga dia tertarik untuk kuliah hukum. 

Baca Juga: Universitas Terbuka Tangerang Selatan Dorong Literasi Pendidikan melalui Acara Peluncuran dan Bedah Buku

"Bagi saya yang pertama itu niat," katanya. Sebagai seorang dosen, tidak ada kata berhenti untuk belajar. Di sela kesibukannya sebagai dosen, Surjono harus tetap membaca modul-modul. Biasanya dia meluangkan waktu untuk membaca modul kuliah, saat libur kerja di hari Sabtu atau Minggu. 

Kampus Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Banten. (Hilmi/Jawa Pos)
Kampus Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Banten. (Hilmi/Jawa Pos)

Kemudian ketika ada ujian, dia harus benar-benar mengosongkan waktu. Setiap kali ujian, Surjono mengatakan, harus meluangkan waktu tiga sampai empat hari. Sehingga dia benar-benar bisa fokus mengerjakan ujian. Dia bersyukur kurikulum, modul, dan model perkuliahannya mendukung. Sehingga tidak terlalu ada halangan menjalankan tugas sebagai dosen dan kewajiban sebagai mahasiswa sekaligus. 

Dalam kesempatan yang sama Rektor UT Ojat Darojat mengatakan Prof Surjono bukan sekadar mahasiswanya. Tetapi sudah dja anggap sebagai keluarga besar. Karena Surjono beberapa kali terlibat dalam pembuatan modul pembelajaran di UT. Khususnya terkait dengan topik lingkungan. Dia menegaskan akan terus berkontribusi meningkatkan SDM Indonesia untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Kampus Universitas Terbuka Pondok Cabe Tangsel Alokasikan Anggaran Penelitian Rp40 Miliar, Mengacu Pada Dana Riset dan Penelitian Sebelumnya

Editor : Hendra
#tangerang selatan #universitas terbuka #UT #tangsel