JawaPos.com - Semua orang pasti pernah mengalami mimpi. Sebagian orang mungkin merasa mimpi hanyalah sebuah bunga tidur dan menganggapnya sebagai hal sepele. Beberapa lainnya justru menjadikan mimpi sebagai sebuah harapan untuk terus semangat menjalani kehidupan.
Namun, siapa sangka ternyata terdapat sebuah novel berjudul “Dallergut: Toko Penjual Mimpi” yang menceritakan mimpi lebih dari sekedar bunga tidur, bukan omong kosong belaka. Di dunia yang dibangun oleh penulis, mimpi dianggap suatu hal yang begitu dipuja. Mimpi menjadi sangat penting bagi umat manusia. Melalui buku ini, kita diajak untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai mimpi yang ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.
Berawal dari kisah hidup seorang wanita bernama Penny yang akan mengikuti wawancara pekerjaan pertamanya di toko penjual mimpi. Ia mempersiapkan wawancaranya dengan menghafal materi dan mengerjakan berbagai soal terkait mimpi. Sampai akhirnya, seekor Noctiluca bernama Assam menyuruhnya untuk membaca cerita berjudul “Kisah Dewa Waktu dan Tiga Murid” yang berisi mengenai sejarah toko mimpi dan kelahiran kota tempat mereka berada.
Ketika hari wawancara tiba, Penny begitu gugup saat melangsungkan wawancara sampai ia merasa tidak akan lolos pada tahap tersebut. Akhirnya, untuk memperbaiki keadaan, Penny menyampaikan tentang kisah yang sebelumnya ia baca dan berhasil membuat kagum Dallergut, sang pemilik toko, atas pandangan mimpi yang telah disampaikan. Berkat kisah tersebut, Penny berhasil diterima sebagai pegawai tetap.
Dallergut alias toko penjual mimpi terletak di sebuah kota yang hanya bisa didatangi ketika seseorang sedang tertidur lelap. Layaknya sebuah department store, toko penjual mimpi terdiri dari empat lantai yang berisi banyak koleksi mimpi dengan tema yang berbeda-beda pada setiap lantainya.
Lantai satu merupakan tempat mimpi-mimpi yang sangat berharga dan ditawarkan secara khusus. Selanjutnya, lantai dua berisi tentang mimpi keseharian yang berisi suatu perjalanan atau kenang-kenangan. Lantai ketiga berisi mimpi-mimpi yang penuh imajinasi dan fiksi. Sementara itu, lantai empat berisi koleksi mimpi tidur siang yang berdurasi sebentar untuk anak-anak dan hewan. Terakhir, lantai lima berisi mimpi-mimpi yang tidak laku di pasaran dan dijual dengan harga yang murah.
Semua mimpi diletakkan pada etalase khusus dan dikemas oleh sebuah kotak yang rupawan. Pengunjung yang mendatangi toko ini tidak hanya manusia, tetapi juga hewan yang ingin mendapatkan mimpi terbaik dalam tidurnya.
Kisah Penny akhirnya dimulai setelah berhasil menjadi pegawai, dia bertemu dengan banyak pegawai berpengalaman di toko mimpi, yaitu bibi Weather, manajer lantai satu sekaligus penjaga meja informasi yang bersifat keibuan, Vigo Myers, manajer lantai dua yang begitu apik dan pintar, Moggbery, manajer lantai tiga dengan karakternya yang ceria, Speedo, manajer lantai empat dengan sifatnya yang eksentrik, dan Dallergut, sang pemilik toko yang bijaksana. Tokoh Penny sendiri digambarkan sebagai seorang gadis yang ceroboh, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dan mau terus belajar menjadi lebih baik.
Secara garis besar, kisah ini menceritakan tentang keseharian Penny dan pegawai toko lainnya dalam mengelola toko penjual mimpi. Di sini Penny mempelajari banyak hal baru tentang mimpi yang belum pernah diketahui, ia juga bertemu dengan beberapa produser mimpi legendaris, dan menjalani aktivitasnya melayani pelanggan dari toko mimpi.
Dallergut: Toko Penjual Mimpi" termasuk novel dengan genre fantasi bak negeri dongeng yang begitu menyenangkan untuk dibaca. Seperti klaim Lee Miye, sang penulis buku yang mengatakan bahwa cerita ini memberikan kehangatan dan hiburan bagi pembaca dewasa yang lelah dengan kenyataan hidup, cerita “Toko Penjual Mimpi” mempunyai alur yang ringan dan mudah untuk dipahami alur ceritanya.
Setiap bab berisi variasi mimpi dan menceritakan sikap para pelanggan dalam menghadapi mimpi mereka. Kebanyakan dari mimpi tersebut mempunyai alur cerita yang menyenangkan dan menjadi hiburan bagi yang membelinya. Namun, terdapat juga beberapa mimpi yang memiliki alur suram sehingga jarang ada yang ingin membelinya.
Mimpi-mimpi yang diceritakan juga memiliki judul yang unik, seperti mimpi penanda punya anak, mimpi hidup sebagai orang tua dalam seminggu, mimpi minum teh dengan tokoh bersejarah, mimpi pergi berlibur ke Maladewa, mimpi menjadi juara, mimpi menjadi orang lain, dan sebagainya.
Dalam buku ini, mimpi digambarkan layaknya sebuah film yang melalui proses produksi oleh para produser mimpi. Mimpi juga berlangsung ketika seseorang sedang terlelap seakan-akan tidur merupakan waktu pemutaran dari sebuah film. Seperti ajang penghargaan film akhir tahun di dunia nyata, pada buku ini mimpi juga mempunyai acara penghargaan untuk mimpi-mimpi terlaris, pendatang baru produser mimpi, hingga pemenang penghargaan tertinggi dari sebuah mimpi pada setiap tahunnya.
Pesan moral juga turut mewarnai dalam buku ini. Meskipun memiliki genre fantasi, Anda dapat memetik begitu banyak pelajaran hidup yang terkait dengan kehidupan kita sehari-hari. Buku ini membawa kehangatan dengan kata-kata yang begitu mendalam dan tidak jarang peristiwa yang diceritakan juga pernah dialami banyak orang di kehidupan nyata.
Dimulai dengan pandangan Penny saat melakukan wawancara untuk menjadi pegawai toko penjual mimpi, dia berkata, “Adakalanya kekhawatiran kemarin menghilang seperti salju yang meleleh atau kekuatan untuk menjalani hari ini muncul hanya dengan tidur yang nyenyak.” (Hal 24)
Menurutnya, mimpi merupakan sebuah pelarian dari lelahnya kehidupan. Ketika tertidur dan memasuki alam mimpi, kita tidak akan teringat dengan masalah yang telah terjadi di hari sebelumnya. Masalah yang membuat kita khawatir dan takut untuk menjalani hidup. Melalui tidur yang nyenyak, kita seakan terlahir kembali penuh dengan kekuatan untuk meneruskan kehidupan.
Tidak lupa, penggambaran tokoh Dallergut, sang pemilik toko mimpi yang seringkali memberikan berbagai macam petuah yang begitu dekat dengan kehidupan.
“Tapi, jangan lupa. Saat ini Anda tengah menjalani hidup setelah mengalahkan berbagai hal yang lebih banyak dari perkiraan. Saat Anda menyadari itu, hidup Anda akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ini adalah hadiah kecil untuk Anda semua yang memiliki ketabahan hati.” (Hal 136)
Buku ini memang meninggalkan kesan yang begitu positif dari segi penulisan, alur cerita, hingga pesan yang disampaikan. Namun, tidak menghalangi bahwa masih terdapat kekurangan, terutama dalam menjelaskan detil cerita mengenai proses pemutaran mimpi yang para pelanggan beli dari toko sehingga membuat pembaca bertanya-tanya. Kurangnya penjelasan mengenai konversi sistem pembayaran mimpi dari emosi manusia menuju uang juga turut membuat penasaran. Selain itu, kurangnya konflik pada alur cerita membuat buku ini bakal terkesan membosankan bagi beberapa pembaca.
Spesifikasi buku:
Judul: Dallergut: Toko Penjual Mimpi
Penulis: Lee Miye
Penerjemah: Dwita Rizki
Jumlah halaman: 290 halaman
Cetakan: Delapan, Juli 2024
ISBN: 978-602-6486-67-7
Editor : Hendra