Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Resensi Buku: Belajar Memahami Makna Kebebasan Berpendidikan melalui Buku Educated oleh Tara Westover

Chika Faiza Fasha • Sabtu, 9 November 2024 | 16:00 WIB
Buku memoar semi-autobiografi yang berjudul Educated oleh Tara Westover menggambarkan pentingnya peran orang tua terhadap hidup anak-anaknya kelak. (Dok. Bookish Wayfarer)
Buku memoar semi-autobiografi yang berjudul Educated oleh Tara Westover menggambarkan pentingnya peran orang tua terhadap hidup anak-anaknya kelak. (Dok. Bookish Wayfarer)

JawaPos.com - Kebebasan seharusnya hadir bersamaan dengan lahirnya manusia ke dunia. Hal tersebut dikarenakan kebebasan merupakan hak dasar sebagai seorang manusia. Tanpa kebebasan, akan sulit untuk berpikir, berbicara, bertindak, dan menentukan pilihan atas diri sendiri.

Sayangnya, selama belasan tahun hidup, kebebasan tidak pernah dicicipi oleh Tara, seorang gadis yang tinggal di suatu lembah terpencil di Idaho, Amerika Serikat. Bahkan, Tara tidak mengenal kata bebas, yang diketahui olehnya hanya sebatas cerita Ayah tentang Days of Abomination (Hari-hari Kekejian). Tara menghabiskan masa remaja dengan menunggu matahari menjadi gelap dan menunggu bulan meneteskan darah.

Buku memoar semi-autobiografi yang berjudul Educated oleh Tara Westover berhasil menggambarkan betapa pentingnya peran orang tua terhadap hidup anak-anaknya kelak. Orang tua memegang peran yang sangat besar dalam pembentukan pikiran, sifat, dan watak anak. Ini lantaran basis pendidikan pertama dan utama bagi anak adalah orang tua.

Educated merupakan karya nonfiksi pertama Tara Westover yang menceritakan perjalanan hidupnya keluar dari kerangkeng Ayah dan Ibu. Tara dan enam saudaranya nyaris tak pernah menyentuh dunia luar—yang menurut Sang Ayah, itu menjijikkan. Kelahirannya tidak terdata secara sah, dokter atau perawat bukan pilihannya ketika sakit atau cedera, dan ruang kelas bukanlah tujuan langkahnya setiap pagi.

Ayah Tara, Gene Westover, adalah penentang pemerintah. Bertahun-tahun ia menyembunyikan keluarganya di Buck’s Peak. Tara baru mendapati bahwa Ayahnya pengidap gangguan jiwa setelah menerima edukasi yang layak. Ibunya, Faye Westover, pun tak jauh berbeda, ia selalu mendukung suaminya, bahkan setelah mengalami cedera otak akibat kecelakaan.

Ketidaknormalan dalam Ayah dan Ibu Tara nyatanya juga dipicu karena keluarga. Faye yang besar dari keluarga Mormon kelas menengah, memberontak dengan menikahi Gene. Sementara Gene sendiri tumbuh dari ayah yang kasar dan ibu yang sibuk bekerja. Baik Faye dan Gene tidak mempunyai acuan dalam membangun keluarga yang normal.

Dari latar belakang keluarga ini, Tara tentu hanya bisa menurut. Saat kakaknya, Tyler Westover, mengumumkan bahwa ia ingin belajar pun, Tara masih melihat dunia dari perspektif Ayahnya yang meremehkan pendidikan. Rasa keingintahuan Tara akan dunia luar baru mencuat kala Tyler bersikukuh memilih pendidikan, bersamaan dengan anak ke-enam, Richard Westover, yang juga memperlihatkan kecenderungannya terhadap dunia pendidikan dengan menyelinap untuk membaca dan belajar sendiri.

Pada bagian kedua, Tara diceritakan bersekolah di Brigham Young University (BYU). Yang menarik, berulang kali digambarkan kepolosan Tara di hadapan teman-temannya, seperti saat ia mempertanyakan pengertian Holocaust—yang dianggap bercanda, atau ketika ia memahami bagaimana peran masing-masing anggota dalam keluarga patriarki.

Beberapa kali Tara sempat ingin menyerah dalam perjalannya meraih pendidikan. Berkat orang-orang sekitarnya, Tara menyelesaikan pikirannya yang berkecamuk. Bahkan, Tara sempat ditawari beasiswa oleh profesor Steinberg di Universitas Cambridge karena esainya.

Tara meraih gelar Bachelor of Arts di BYU pada 2008, lalu melanjutkan studinya melalui Gates Cambridge Scholarship. Pada 2010, Tara menjadi visiting fellow di Universitas Harvard. Ia kemudian kembali ke Cambridge untuk mengejar gelar PhD pada 2014.

Perjalanan Tara berakhir dengan memutus kontak dengan Ayah dan Ibu sejak pemakaman Nenek. Ia tetap samar-samar mendengar kabar tentang pegunungan tempatnya berasal, namun Tara lebih fokus pada hal-hal yang membawanya pada kedamaian. Sebuah kedamaian yang datangnya tidak mudah, yang membuat Tara akhirnya bisa bernapas lega.

Rasa bersalah dilepas seiring dengan Tara yang mulai menerima keputusan sendiri. Ia pelan-pelan belajar bahwa keputusan yang dibuat merupakan kebutuhannya, bukan karena Ayah yang pantas menerima. Begitulah cara Tara tetap mencintai Ayahnya.

Penyajian akhir cerita yang cukup dramatis sekaligus indah. Pengorbanan yang dilakukan Tara demi pendidikan sangatlah besar—ia melepas Ayah dan sosoknya. Momen-momen saat Ayah masih ada di dalam hidupnya terpatri baik cukup di benak, karena dirinya yang sekarang adalah hasil dari keputusannya.

But what has come between me and my father is more than time or distance. It is a change in the self. I am not the child my father raised, but he is the father who raised her.” (halaman 358).

Dapat dilihat bahwa dalam buku Educated minim penggunaan kata, kalimat, dan bahasa yang bias. Tara berusaha menceritakan apa yang sebenar-benarnya terjadi dengan mengandalkan ingatan. Meski demikian, emosi yang ada tetap tersalurkan dengan baik, sehingga mengajak pembaca untuk berempati kepada Tara.

Educated juga dilengkapi dengan footnote di setiap akhir chapter. Keterangan ini membantu pembaca untuk memahami secara jelas tentang kejadian-kejadian yang diceritakan. Bagi Tara sendiri, penyusunan footnote merupakan koreksi tentang peristiwa tertentu supaya tetap bersikap objektif.

Tokoh-tokoh yang ada di buku ini adalah orang-orang asli, oleh sebabnya Aaron, Audrey, Benjamin, Emily, Erin, Faye, Gene, Judy, Peter, Robert, Robin, Sadie, Shannon, Shawn, Susan, Vanessa adalah nama samaran untuk melindungi privasi. Tara menghormati orang-orang asli yang terlibat dengan menyamarkan identitas asli supaya cerita tetap autentik.

Educated sukses memboyong titel buku terlaris menurut New York Times. Saking bagusnya, Bill Gates pernah merekomendasikan buku ini. Kisah hidup Tara mampu menginspirasi banyak orang bahwa hak dasar seorang manusia adalah dengan terdidik.

You could call this selfhood many things. Transformation. Metamorphosis. Falsity. Betrayal. I call it an education.” – Tara Westover dalam Educated halaman 359.

 

Spesifikasi Buku:

Judul buku: Educated

Penulis: Tara Westover

Penerbit: Random House

Genre: Memoar, semi-autobiografi, nonfiksi

Tahun terbit: 2018

Jumlah halaman: 366

E-book ISBN: 978-039-959-051-1

Editor : Hendra
#nonfiksi #autobiografi #memoar