JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan apresiasi terhadap sekolah Kharisma Bangsa Tangsel. Pasalnya sekolah yang berlokasi di Tangerang Selatan itu, rutin meraih prestasi di ajang kompetisi sains. Prestasi tersebut diharapkan menular ke sekolah-sekolah lainnya yang ada di Banten.
Data yang terbaru, apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diberikan kepada Jadper Rexx Pytra Cakra selaku peraih medali emas OSN Astronomi 2024. Kemudian juga untuk Muhammad Rafi Qsan Baskoro yang meraih medali perunggu OSN Ekonomi. Selain itu mereka juga diundang oleh Gubernur Banten pada perayaan HUT Provinsi Banten ke-24 tahun.
Kepala SMK Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan mengatakan, mereka terus berupaya mendampingi peserta didik untuk terus berprestasi. Baik itu di lomba sains maupun budaya. Ditemui di komplek sekolah Kharisma Bangsa pada Sabtu (26/10) Budiawan mengatakan, prestasi sudah menjadi tradisi mereka.
"Alhamdulillah tahun ini siswa kami kembali mendapatkan medali emas di bidang astronomi. Para siswa berprestasi juga diundang oleh Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten," kata Budiawan. Dia menjelaskan untuk periode sebelumnya di 2023, anak didiknya berhasil mendapatkan tujuh medali olimpiade.
Perinciannya adalah tiga medali emas pada bidang matematika, kimia, dan ekonomi. Kemudian dua medali perak untuk bidang kebumian dan komputer. Lalu ada dua medali perunggu dari bidang fisika dan matematika.
"Sekolah kami juga menyediakan tim khusus untuk menggembleng anak-anak agar berprestasi dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional," ujarnya. Hal ini terlihat dalam kompetisi Internasional Genius Olympiad 2024 di Rochaster Institute Technology (RIT), New York City, USA, di mana siswa Kharisma Bangsa membawa pulang 3 medali emas, 3 medali perak dan 8 medali perunggu.
Di sisi lain, dalam hal pengajaran Sekolah Kharisma Bangsa juga mengedepankan penggunaan teknologi terkini. Yaitu menggunakan media tablet dalam belajar. Upaya ini untuk mempermudah pembelajaran di kelas dan membuat siswa terbiasa menggunakan teknologi. "Penggunaan teknologi terkini dalam pembelajaran mempermudah proses belajar mengajar di dalam kelas," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala SMP Kharisma Banhsa Biadelma Nanda Illiandi mengatakan, penggunaan tablet dalam belajar memang ibarat pisau bermata dua. Jika tidak diawasi, pemanfaatan teknologi itu malah berdampingan negatif. Untuk itu mereka memasang sejumlah aplikasi, untuk memantau penggunaan tablet oleh siswa.
"Ada aplikasi yang membuat guru bisa melihat layar tablet siswa," katanya. Sehingga bisa dipastikan para siswa memanfaatkan tablet untuk keperluan belajar. Bukan untuk bermain game atau nonton film. Kemudian juga menerapkan pembatasan atau restriksi di tablet siswa.
Editor : Hendra