Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kepala SD Kharisma Bangsa Tangsel Anjurkan Perkuat Literasi Sejak SD, Baca 150 Buku dalam Setahun

Hilmi Setiawan • Minggu, 27 Oktober 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi seorang anak perempuan suka mambaca buku. (Dok. Freepik)
Ilustrasi seorang anak perempuan suka mambaca buku. (Dok. Freepik)
 
JawaPos.com - Kemampuan membaca kerap diremehkan. Bahkan di era teknologi sekarang, anak didik lebih gandrung melihat handphone daripada membaca buku. Padahal literasi membaca sangat penting, karena menjadi pondasi seluruh mata pelajaran di sekolah. 
 
Pentingnya literasi membaca tersebut, disampaikan Kepala SD Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten Mikawati. Dia mengatakan, menanamkan literasi membaca sejak jenjang SD. Untuk menarik minat anak didik, jenis buku bacaannya disesuaikan. 
 
"Untuk kelas bawah (1-3 SD) buku-buku dongeng," katanya di Tangsel (26/10). Sedangkan untuk anak-anak kelas 4-6 SD, membaca buku-buku novel. Untuk memperkuat literasi membaca itu, minimal anak-anak membaca satu buku dalam setahun. 
 
Namun untuk anak-anak yang rajin membaca buku, diberikan medali khusus. Bagi anak yang mampu membaca 50 buku dalam setahun diberikan medali perunggu. Kemudian yang dapat membaca sampai 100 buku bahkan 150 buku dalam setahun, diberikan medali emas. 
 
Baca Juga: Cara Mengatasi Ngantuk Berlebihan di Siang Hari, Waspada Gejala Hipersomnia dan Baca Kiat Atasinya!
 
Mikawati mengatakan literasi membaca sangat penting. Karena menjadi dasar seluruh mata pelajaran di sekolah. Menurutnya jika literasi membaca sudah baik, maka akan mudah menguasai pelajaran lainnya. Karena dengan pembiasan membaca tersebut, anak didik menjadi lebih mudah memahami pelajaran. 
 
"Bahkan soal matematika ada yang bentuknya bacaan," katanya. Mikawati mengatakan membaca juga sangat erat dengan ajaran agama Islam. Ayat pertama yang turun adalah iqra yang artinya membaca. Supaya anak tidak bosan, buku bacaannya ada yang memanfaatkan media tablet. Dengan teknologi yang tersedia, buku di tablet tidak hanya memunculkan teks. Tetapi juga audiovisual sekaligus. 
 
Mikawati mengatakan menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak didik, juga perlu melibatkan orangtua. Anak didik akan cepat terbiasa membaca, jika sering melihat orangtuanya membaca buku. Sehingga para orangtua muridnya, juga dianjurkan untuk gemar membaca buku. Sebagai teladan anaknya di rumah. 
 
Dia juga menjelaskan penanaman literasi membaca di usia SD sejalan dengan regulasi pemerintah. Saat ini pemerintah menekankan tiga jenis kemampuan pada anak usia SD. Ketiga kemampuan itu adalah penanaman karakter, literasi membaca, dan kemampuan numerik.
 
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Jakarta dalam Pameran Buku “Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup” di Bintaro Jaya Xchange Mall 2 Tangsel
Editor : Hendra
#buku #Kharisma Bangsa #tangerang selatan #literasi #tangsel