Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Mengenal Global Korea Scholarship (GKS), Beasiswa Pemerintah Korea Selatan Untuk Pelajar yang Ingin Tinggal di Luar Negeri

Annisa Aristawidya • Rabu, 16 Oktober 2024 | 09:35 WIB
Poster Study in South Korea. (Dok. Pragmaticintl)
Poster Study in South Korea. (Dok. Pragmaticintl)
 
JawaPos.com - Saat ini, menempuh pendidikan di luar negeri menjadi salah satu impian bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan sisa hidupnya di negara lain.
 
Korea Selatan menjadi salah satu opsi negara tujuan bagi orang-orang yang hendak melanjutkan pendidikan tingginya, hal ini dikarenakan negeri ginseng tersebut memiliki kualitas pendidikan yang baik.
 
Akan tetapi, meski memiliki kualitas pendidikan yang baik, biaya pendidikan dan biaya hidup di Korea Selatan juga menjadi salah dua aspek yang perlu diperhatikan.
 
Seluruh biaya yang diperlukan untuk bisa menempuh pendidikan tinggi di Korea Selatan tidak perlu dikhawatirkan lagi jika anda sudah mengenal beasiswa GKS (Global Korea Scholarship).
 
Dilansir Pragmaticintl.com, GKS merupakan beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Korea Selatan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya di sana.
 
Jenjang yang ditawarkan pun cukup beragam. Beasiswa GKS menawarkan dari jenjang S1, S2, S3, hingga riset. Untuk lebih lengkapnya, simak informasi terkait GKS di berikut ini.
 
1. Terbuka Untuk Seluruh Warga Negara, Kecuali Warga Negara Korea Selatan
 
Sesuai dengan namanya, yaitu Global Korea Scholarship, beasiswa ini terbuka untuk seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.
 
Akan tetapi, beasiswa ini tidak diperbolehkan untuk orang yang berkewarganegaraan Korea Selatan, termasuk keluarganya.
 
Baca Juga: Sembilan Drama Korea tentang Bisnis dan Keuangan dengan Rating Tinggi, Ajak Penonton Belajar Ilmu Ekonomi
 
2. Memiliki Dua Jalur Pendaftaran
 
Program beasiswa GKS memiliki dua jalur yang dapat dipilih salah satu, yaitu jalur kedutaan dan jalur universitas.
 
Terdapat beberapa perbedaan antara jalur kedutaan dan jalur universitas, yang di antaranya adalah jumlah pilihan kampus, alur seleksi, dan kuotanya.
 
Untuk jalur kedutaan, pendaftar beasiswa diperbolehkan untuk memilih hingga tiga kampus yang berbeda, dengan aturan minimal harus memilih satu universitas tipe B, atau universitas yang di luar Seoul.
 
Alur seleksi pada jalur kedutaan juga terbilang cukup panjang, karena pendaftar harus melewati sesi wawancara dengan pihak kedutaan. Kuota untuk jalur kedutaan pun juga tidak sebanyak kuota jalur universitas.
 
Untuk jalur universitas, pendaftar beasiswa hanya diperbolehkan memilih satu universitas yang dituju. Hanya saja, proses seleksi yang dilewati lebih singkat dari jalur kedutaan, karena pendaftar hanya akan diwawancarai oleh pihak kampus tujuan. 
 
Jika kuota jalur kedutaan terbilang sedikit, maka kuota jalur universitas sebaliknya. Akan tetapi pendaftar harus betul-betul mengetahui strategi dan pilihan kampus yang dipilih, karena jumlah pilihan kampus di jalur universitas tidak sebanyak jalur kedutaan. 
 
3. Menawarkan Jenjang S1, S2, S3, Hingga Riset 
 
Jenjang yang ditawarkan oleh Pemerintah Korea Selatan dalam program GKS ini dimulai dari S1, S2, S3, hingga riset.
 
Meski sama-sama berada di bawah Pemerintah Korea Selatan, setiap jenjang pendidikannya tentu memiliki peraturan yang berbeda.
 
Untuk S1, program beasiswa ini akan dilaksanakan selama lima tahun, dengan skema satu tahun sekolah bahasa dan empat tahun program sarjana. Oleh sebab itu, terdapat beberapa jurusan kompleks yang tidak disediakan, contohnya adalah Kedokteran.
 
Jenjang S2 dan S3 pun sama. Skema yang wajib dijalani oleh seluruh penerima beasiswa adalah menjalani satu tahun sekolah bahasa, kemudian dilanjut dengan program pendidikannya. 
 
Pendidikan S2 akan dijalani selama dua tahun, S3 dijalani selama tiga tahun, dan program riset dijalani selama enam bulan atau satu tahun. 
 
Perlu dicatat bahwa program riset tidak melewati sekolah bahasa setahun seperti tiga jenjang lainnya.
 
Baca Juga: Tak Perlu Pergi Jauh ke Seoul, Berikut Rekomendasi Restoran Korea Lezat Dengan Harga Terjangkau di BSD City Tangerang Selatan
 
4. Mendapatkan Uang Saku yang Diberikan Setiap Bulannya
 
Pemerintah Korea Selatan juga memberikan uang saku untuk seluruh penerima beasiswa yang diberikan setiap bulannya.
 
Uang saku ini pun bervariasi, mulai dari 900.000 Won hingga 1.500.000 Won.
 
Penerima beasiswa dapat menggunakan uang saku ini untuk membayar tempat tinggal, asuransi kesehatan, makan, dan keperluan lainnya.
 
Sebetulnya, uang saku ini dapat digunakan untuk banyak hal, tergantung dari bagaimana pengelolaan dan pengalokasiannya.
 
5. Tidak Wajib Kembali ke Tanah Air
 
Beasiswa GKS ini berbeda dari beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, yang kerap disebut LPDP. Jika penerima beasiswa LPDP wajib kembali ke tanah air, maka hal tersebut tidak berlaku untuk beasiswa GKS.
 
Penerima beasiswa GKS tidak diwajibkan untuk kembali ke negara asal. Artinya, jika setelah lulus nanti penerima beasiswa memutuskan untuk menetap dan berkarir di Korea Selatan, maka itu merupakan keputusan yang sah.
 
Itulah beberapa informasi penting terkait beasiswa GKS bagi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Korea Selatan. 
 
Informasi lebih lengkapnya, anda dapat melihatnya di laman resmi www.studyinkorea.go.kr atau sosial media Instagram @beasiswakorea.
 
Editor : Hendra
#beasiswa #korea