Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kenalan dengan Hewan Paling Tahan Banting di Dunia yang Bisa Hidup di Ruang Hampa Udara, Tardigrade

Erie Dewangga • Selasa, 8 Oktober 2024 | 10:25 WIB

Hewan tahan banting, Tardigrade.
Hewan tahan banting, Tardigrade.

JawaPos.com — Suatu hari nanti, bila semesta telah berada di pengujung usia, mungkin planet Bumi kita ini hanya akan dihuni oleh satu jenis hewan yang tersisa: tardigrade.

Hewan apa, sih, tardigrade itu? Kenapa ia bisa menjadi makhluk terakhir yang bertahan bila Bumi hancur? Penasaran? Yuk, kita kenalan dengan Tardigrade.

Kecil-kecil Tahan Banting

Tardigrada atau tardigrade (Echiniscus insularis) merupakan sekelompok hewan mikroskopis (antara 0,5 hingga 1 milimeter) berkaki delapan. Makhluk ini mampu bertahan pada sejumlah lingkungan ekstrim di Bumi yang membuatnya disebut hewan paling tangguh yang ada di dunia. Sebut saja kondisi lingkungan yang superdingin atau superpanas, hewan ini tetap bisa hidup; kelaparan dan dehidrasi, Tardigrade tetap bertahan; bahkan pada keadaan hampa udara sekalipun, hewan yang juga dijuluki beruang air ini masih tidak mati-mati juga.

Tardigrada, mengutip situs livescience, ditemukan pada tahun 1773 oleh ahli zoologi Jerman Johann August Ephraim Goeze, yang menjuluki mereka "beruang air kecil." Tiga tahun kemudian, ahli biologi Italia, Lazzaro Spallanzani, menamai kelompok tersebut "Tardigrada," atau "penginjak lambat," berdasarkan cara mereka bergerak.

Makhluk ini, melansir situs Mongabay, awalnya adalah organisme air tawar, tetapi telah beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan. Umurnya bisa mencapai lebih dari 200 tahun dan tidak mati meskipun dibawa ke luar angkasa. Bentuknya mirip ulat laut, dengan cakar di kaki yang membuatnya dijuluki beruang air.

Diperkirakan, ada sekitar 1.300 spesies tardigrade yang masing-masing jenis diketahui memiliki kemampuan khusus dalam bertahan hidup.

Organisme mikroskopis yang menakjubkan ini, melansir jurnal Britannica dan situs World Atlas, adalah definisi dari hewan paling tahan banting di dunia, sebab ia ditemukan hidup di berbagai lingkungan dan kondisi mulai dari yang paling aman sampai yang paling ekstrem sekalipun!

Sebegitu tangguhnya, mengutip situs Mongabay, kamu bahkan bisa merebus makhluk berukuran 1 mm ini, membekukannya, mengeringkannya, dan bahkan memaparkannya pada radiasi, dan mereka akan tetap hidup hingga 200 tahun kemudian. Tardigrada dapat bertahan pada suhu dingin serendah -457°C, panas setinggi 150°C, tekanan ekstrem, bahkan di tengah radiasi sebesar 5.700 grays!

Padahal 10-20 grays sudah cukup untuk membunuh manusia dan hewan lainnya. Mereka juga tahan terhadap tingkat radiasi 5000 hingga 6200 Gy, yang merupakan dosis yang digunakan dalam beberapa bentuk kemoterapi. Hebatnya lagi, hewan-hewan mikro ini juga dapat hidup selama satu dekade tanpa air dan bahkan bertahan di ruang hampa udara.

Kriptobiosis: Rahasia Tardigrade Bisa Bertahan Lebih Lama daripada Dinosaurus

Hewan mikroskopis ini, mengutip situs Mongabay, telah eksis selama 530 juta tahun lamanya dan bertahan dari berbagai perubahan iklim ekstrem serta bencana dahsyat yang bahkan sanggup membuat punah dinosaurus sekalipun!

Dalam kondisi lingkungan yang sangat keras dan sulit, tardigrada bertahan hidup dengan menonaktifkan segala metabolisme pada tubuhnya sampai seolah-olah telah mati, yang dikenal sebagai kriptobiosis.

Pada mode kriptobiosis ini mereka dapat menoleransi semua jenis tekanan lingkungan dan bertahan hidup selama bertahun-tahun tanpa makanan atau air. Mereka dapat bertahan dalam kondisi ini selama beberapa dekade dan bisa kembali aktif bergerak saat kondisi lingkungan memungkinkan untuk hewan ini kembali hidup.

Baca Juga: Panggilan Kepada Pecinta Hewan! Berikut Rekomendasi Pet Shop Harga Terjangkau di Tangsel, Ada Fasilitas Grooming, Klinik, Hingga Pet Hotel

Fitur unik lain dari spesies yang tangguh ini adalah zat protein khusus mereka yang dapat memperbaiki kerusakan DNA akibat radiasi. Tardigrade juga dapat menahan tingkat tekanan yang sangat tinggi, sehingga mereka dapat bertahan hidup di habitat laut dalam. Mereka juga dapat melawan dehidrasi dengan tetap kering untuk waktu yang lama dan kembali hidup setelah terhidrasi kembali.

Para ilmuwan sangat terpesona dengan organisme ini dan percaya bahwa penelitian lebih lanjut tentang mereka dapat menghasilkan kemajuan di bidang-bidang seperti eksplorasi ruang angkasa, kedokteran, dan pelestarian lingkungan.

Makhluk Terakhir yang Bertahan Ketika Bumi Hancur

Melansir situs Mongabay, para peneliti Universitas Oxford beberapa waktu lalu menemukan bahwa hewan mikro tangguh ini akan ada setidaknya sampai 10 miliar tahun mendatang dan dapat bertahan dari berbagai bencana besar.

Ada tiga peristiwa potensial yang dipertimbangkan dalam penelitian mereka; yakni benturan asteroid, bintang yang meledak dalam bentuk supernova, dan ledakan sinar gamma.

Karena karakteristik unik tardigrada, mereka hanya akan punah jika seluruh samudra di dunia mendidih selama peristiwa kiamat, kata para peneliti.

Baca Juga: Uang Rp10.000 Emisi Lama Sudah Tidak Berlaku, Masyarakat Diberi Waktu untuk Menukar Yang Baru

 

Editor : Hendra
#hewan