Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Bacaan Akhir Pekan: Tiga Cerita Tokoh Dongeng khas Indonesia, Buto Ijo dan Timun Mas Sering Disalahpahami

Ibnu Baihaqi • Jumat, 27 September 2024 | 10:16 WIB
Cerita-cerita anak
Cerita-cerita anak
 
JawaPos.com - Dongeng merupakan karya sastra yang ada sejak zaman dahulu dan masih eksis hingga sekarang. Biasanya terdapat pesan moral yang bisa diambil dari cerita-cerita tersebut. Bisa dari karakter tokohnya, maupun kejadian yang terjadi dalam runutan cerita.
 
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, termasuk karya sastra berupa dongeng. Beberapa daerah memiliki cerita rakyat mereka sendiri. Berikut rangkuman beberapa tokoh dongeng terkenal yang ada di Indonesia.
 
1. Sangkuriang
Sangkuriang merupakan tokoh utama dalam dongeng cerita rakyat Jawa Barat. Cerita ini mengisahkan tentang terciptanya Tangkuban Perahu. Banyak yang mengatakan bahwa dongeng ini terlalu kacau dan aneh.
 
Namun ada sudut pandang lain yang mengatakan bahwa ada beberapa kiasan yang digunakan dalam dongeng ini. Sehingga beberapa "kata" tidak bisa dimaknai secara harfiah. Contohnya diceritakan bahwa Ayah Sangkuriang yaitu Tumang adalah seekor anjing. Dalam sudut pandang kiasan, anjing yang dimaksud adalah bawahan atau pengawal. 
 
2. Malin Kundang
Tokoh yang sering digunakan sebagai contoh anak durhaka. Siapa lagi kalau bukan Malin Kundang. Dongeng Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya begitu terkenal, yang semua Masyarakat Indonesia mengetahuinya.
 
Dasril Bayras dan Ibenzani Usman membuat patung Malin Kundang pada tahun 1980-an. Patung tersebut ditaruh di Pantai Air Manis, Sumatera Barat. 
 
Baca Juga: Belajar Mengenali Berbagai Penyakit Tulang Yang Perlu Diwaspadai: Osteoporosis, Paget, Tumor, Hingga Rakitis Beserta Gejalanya
 
3. Buto Ijo dan Timun Mas
Kisah tentang hutang piutang yang menjadi perdebatan di media sosial. Dongeng ini diceritakan ketika masa bangku sekolah, terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seorang janda tua bernama Sarni, dipinjamkan benih timun oleh Buto Ijo.
 
Timun yang akan tumbuh dari benih tersebut dapat melahirkan anak. Lalu dalam beberapa tahun, Buto Ijo akan mengambil anak tersebut untuk dimakan. Sarni yang sangat menginginkan anak menyetujui persyaratan tersebut.
 
Namun ketika waktunya tiba, Sarni menunda pengembalian Timun Mas. Justru mereka menyusun rencana untuk mencelakai Buto Ijo.
 
Beberapa warganet mengatakan bahwa cerita ini menjadi representasi bahwa orang yang berhutang sering berperilaku sebagai korban (playing victim). Buto Ijo digambarkan sebagai antagonis yang hendak memakan Timun Mas. Fakta di cerita, dia hanya ingin menagih hutang Sarni. Bagaimana menurut anda?
Editor : Hendra
#sangkuriang #timun mas #malin kundang #dongeng #buto ijo