JawaPos.com – Mobil listrik tak lagi sekadar menjadi pelengkap di pasar otomotif nasional. Penerimaan konsumen terhadap kendaraan rendah emisi semakin kuat. Penjualan mobil berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai sekitar 83 ribu unit hingga Juli 2026. Pangsa pasarnya pun sudah menembus sekitar 16 persen.
Pertumbuhan juga terjadi di segmen hybrid electric vehicle (HEV). Penjualannya sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai sekitar 50 ribu unit dengan pangsa pasar mendekati 10 persen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kenaikan pasar kendaraan elektrifikasi menjadi sinyal positif terhadap perubahan preferensi konsumen. Namun, pertumbuhan tersebut harus diikuti dengan penguatan industri otomotif di dalam negeri.
“Besarnya pangsa kendaraan elektrifikasi menunjukkan penerimaan konsumen Indonesia terhadap teknologi kendaraan rendah emisi semakin kuat,” ujar Agus di Jakarta kemarin (7/9).
Data penjualan menunjukkan tren tersebut semakin kencang. Penjualan BEV pada Juli 2026 melonjak 139,7 persen secara tahunan menjadi sekitar 14 ribu unit.
Sementara itu, penjualan kendaraan hybrid selama Januari–Juli 2026 tumbuh 43,6 persen secara tahunan hingga mencapai sekitar 50 ribu unit. Khusus Juli, penjualan HEV mencapai sekitar 8 ribu unit atau meningkat 27,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manufaktur Kembali Ngebut
Momentum tersebut datang ketika kinerja manufaktur nasional juga menunjukkan penguatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan.
“Pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,32 persen sudah berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen,” kata Agus.
Tak hanya dari sisi pertumbuhan, kemampuan industri manufaktur menciptakan nilai tambah juga meningkat. Data Bank Dunia menunjukkan manufacturing value added (MVA) Indonesia mencapai USD 275,61 miliar pada 2025. Angka tersebut naik dari USD 265,07 miliar pada 2024. Posisi Indonesia dalam penciptaan nilai tambah manufaktur dunia pun meningkat, dari peringkat ke-13 menjadi ke-12.
Kenaikan pasar kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu peluang untuk terus memperbesar nilai tambah tersebut. Pemerintah mendorong agar pertumbuhan penjualan mobil listrik tidak berhenti pada bertambahnya jumlah kendaraan di jalan, tetapi juga diikuti pendalaman industri komponen, material, hingga pemasok domestik.
TKDN Naik Bertahap
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik secara bertahap. Standar minimum TKDN ditetapkan 40 persen hingga 2026. Ketentuan tersebut kemudian meningkat menjadi 60 persen pada 2027–2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030.
“Kebijakan itu menjadi penting seiring semakin besarnya pasar kendaraan elektrifikasi. Semakin tinggi penjualan mobil listrik, semakin besar pula peluang yang bisa ditangkap industri dalam negeri, mulai dari komponen hingga material pendukung,” paparnya. (bry/dio)
Penjualan BEV Sepanjang 2026
Januari: 10.061 unit
Februari: 12.272 unit
Maret: 10.572 unit
April: 14.815 unit
Mei: 9.290 unit
Juni: 12.653 unit
Juli: 14.000 unit
Total: 83.663 unit
Editor : HendraSumber : Gaikindo, Kemenperin, Jawa Pos Koran