Donald Trump Ancam Tak Akui Kedaulatan Inggris di Falkland jika Anggaran NATO Tak Naik

Galih Adi Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:05 WIB
Trump mengancam meninjau pengakuan kedaulatan Inggris atas Falkland jika London menolak menaikkan anggaran pertahanan untuk NATO. (Dok. X/@realDonaldTrump)
Trump mengancam meninjau pengakuan kedaulatan Inggris atas Falkland jika London menolak menaikkan anggaran pertahanan untuk NATO. (Dok. X/@realDonaldTrump)

JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meninjau ulang pengakuan kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland jika London menolak menaikkan anggaran pertahanan mereka untuk NATO.

Langkah diplomatik tersebut menjadi bagian dari strategi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) guna menekan negara-negara sekutu agar memenuhi target belanja pertahanan sebesar 5 persen.

"Saya selalu meninjau setiap posisi. Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang ditinjau," ujar Trump dikutip dari AFP, kemarin (6/9).

Saat mendesak Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, untuk memperbesar komitmen belanja militer, Trump menegaskan bahwa London perlu segera menyelesaikan persoalan tersebut.

"Inggris memang memiliki sejumlah masalah, namun masalah-masalah itu akan teratasi," kata Trump.

Selama ini, Washington secara resmi hanya mengakui administrasi de facto Inggris atas wilayah yang disebut Argentina sebagai "Las Malvinas" itu, dengan mempertahankan posisi netral dalam sengketa klaim bilateral kedua negara.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menegaskan bahwa komitmen Inggris terhadap wilayah seberang lautnya itu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

"Falkland adalah milik Inggris karena penduduk Falkland memilih untuk menjadi warga Inggris," tegas Streeting.

Sengketa atas kepulauan yang terletak sekitar 600 kilometer di timur daratan Argentina ini berakar panjang. Pada 1982, kedua negara sempat terlibat perang terbuka selama 74 hari yang menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 personel militer Inggris, sebelum akhirnya diakhiri dengan kekalahan pihak Argentina. (gas)

Argentina Selidiki 45 Perusahaan Minyak

PEMERINTAH Argentina mengumumkan rencana penyelidikan dan pemberian sanksi terhadap 45 perusahaan minyak yang beroperasi tanpa izin di sekitar Kepulauan Falkland, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mempertanyakan kedaulatan Inggris atas kepulauan sengketa tersebut terkait anggaran pertahanan NATO.

Presiden Javier Milei yang mengeklaim adanya angin perubahan. Panggung global kini berpihak pada klaim kedaulatan Argentina atas kepulauan di Atlantik Selatan yang mereka sebut sebagai Las Malvinas. Milei memanfaatkan momentum retaknya hubungan kedua sekutu tradisional tersebut.

Meskipun otoritas Argentina belum merilis daftar resmi perusahaan yang dibidik, laporan media setempat mengindikasikan perusahaan tersebut berasal Inggris, AS, Kanada, Israel, Denmark, dan Belanda. (gas)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
Argentina Falkland NATO donald trump inggris