JawaPos.com — Aksi massa bakal digelar di kawasan Gedung DPR-MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Massa yang terdiri dari sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat itu diperkirakan mencapai 3.000 orang dalam skenario terbesarnya.
Sejumlah tuntutan bakal dibawa dalam aksi tersebut. Salah satu yang paling mengemuka adalah desakan agar DPR dan pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Selain itu, massa juga menyuarakan pemberantasan korupsi, supremasi sipil dan demokrasi, hingga penolakan terhadap militerisme.
Konsentrasi massa diperkirakan meningkat pada siang hari. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan DPR-MPR, Senayan Park, dan TVRI pada Kamis (27/8) juga perlu mengantisipasi potensi kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas.
RUU Perampasan Aset Jadi Isu Utama
Salah satu isu yang menguat dalam konsolidasi massa adalah tuntutan agar pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Selain itu, massa membawa sejumlah tuntutan lain, di antaranya pemberantasan korupsi, penegakan keadilan, supremasi sipil dan demokrasi, serta penolakan terhadap militerisme.
Tuntutan hukuman mati bagi koruptor juga masuk dalam isu yang diperkirakan menjadi bagian dari narasi aksi.
Penguatan isu tersebut terlihat sejak konsolidasi pada 24-25 Agustus. Pada Rabu (26/8), sejumlah kelompok juga menggelar konferensi pers terkait rasionalisasi tuntutan.
Di tengah menguatnya tuntutan tersebut, muncul informasi di kalangan terbatas bahwa Komisi III DPR RI berpotensi mengambil langkah terkait RUU Perampasan Aset pada Rabu malam (26/8).
Sumber yang mengetahui dinamika tersebut menyebut langkah itu kemungkinan diumumkan pada Kamis (27/8), bertepatan dengan rencana aksi massa di depan Gedung DPR-MPR RI.
"Malam ini Komisi III sepertinya ngegolin perampasan aset. Mungkin akan diumumkan besok pas demo, untuk memenuhi tuntutan," ujar sumber tersebut.
Informasi itu belum dapat diverifikasi secara independen. Redaksi TangselJawaPos.com juga belum memperoleh konfirmasi resmi dari pimpinan Komisi III DPR RI mengenai kemungkinan keputusan maupun pengumuman terkait RUU Perampasan Aset tersebut.
Massa Berkumpul di Senayan Park dan TVRI
Sejumlah titik disebut menjadi lokasi konsolidasi sebelum massa bergerak menuju kawasan DPR-MPR. Dua titik kumpul yang diperkirakan digunakan adalah Senayan Park dan kawasan TVRI.
Sementara itu, kawasan sekitar DPR-MPR menjadi titik utama aksi.
Berdasarkan pemetaan waktu, aktivitas massa diperkirakan berlangsung pada Kamis (27/8) sejak sekitar pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Potensi kepadatan dan gangguan lalu lintas diperkirakan meningkat pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar DPR-MPR, Senayan Park, dan TVRI diminta mengantisipasi kemungkinan kemacetan maupun pengalihan arus lalu lintas.
Gabungan Mahasiswa dan Masyarakat
Aksi tersebut disebut melibatkan sejumlah kelompok dan jaringan. Di antara kelompok inti yang disebut dalam konsolidasi adalah AMPB, ARIB, serta ADBR/GEMPAR.
Dari unsur mahasiswa, terdapat kelompok dari Universitas Terbuka, aliansi gabungan yang disebut beranggotakan sekitar 167 orang, serta Aliansi Pelajar Jakarta dengan estimasi sekitar 200 orang.
Sejumlah kelompok lain juga disebut berpotensi memberikan dukungan, antara lain ARM, Pandeglang Hitam, KMSB Blora, serta KNPMI bersama BPM FH UP.
Skenario yang dinilai paling mungkin adalah aksi membesar tetapi tetap terkendali. Skenario tersebut diperkirakan memiliki probabilitas sekitar 45 persen dan melibatkan gabungan AMPB, ARIB, mahasiswa, serta jaringan daerah.
Waspadai Disinformasi dan Provokasi
Di tengah meningkatnya konsolidasi massa, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai informasi yang belum terverifikasi.
Beberapa potensi disinformasi yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan video lama yang diklaim sebagai kejadian terbaru, informasi lokasi aksi yang tidak benar, hingga konten provokatif yang beredar di media sosial.
Prinsip yang ditekankan adalah "verify first, amplify later", atau memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Sementara itu, aparat kepolisian menyatakan siap mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dilakukan melalui pemetaan, penjagaan, patroli, serta koordinasi lintas satuan.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan DPR-MPR, Senayan Park, dan TVRI pada Kamis (27/8) terutama pada pukul 08.00-17.00 WIB disarankan memperhitungkan potensi kepadatan lalu lintas dan kemungkinan pengalihan arus.
Situasi paling dinamis diperkirakan terjadi pada rentang pukul 11.00-15.00 WIB, saat konsentrasi massa diproyeksikan mencapai titik tertinggi.
Editor : Hendra
Sumber : jawapos.com