Rencana Aksi AMPB 27 Agustus, BEM se-DKI Jakarta Minta Kedepankan Dialog

Antara • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB
Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mendorong AMPB mengedepankan dialog dan menjaga aksi 27 Agustus tetap damai serta bertanggung jawab. (Dok. BEM Persatuan DKI)
Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mendorong AMPB mengedepankan dialog dan menjaga aksi 27 Agustus tetap damai serta bertanggung jawab. (Dok. BEM Persatuan DKI)

JawaPos.com — Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mendorong Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi pada rencana aksi di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI, 27 Agustus 2026. Mereka menilai ruang demokrasi harus tetap menjadi sarana penyampaian gagasan yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Koordinator BEM Persatuan Ikhsan Buyung Kalean mengatakan setiap aspirasi perlu disampaikan secara objektif, proporsional, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati perbedaan pandangan.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi sarana penyampaian gagasan yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa," kata Ikhsan dalam keterangan persnya, Senin (24/8/2026).

Ikhsan yang juga merupakan Presiden BEM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta berharap AMPB dapat menyampaikan aspirasi dengan memperhatikan kepentingan bersama.

"Kami memandang penting untuk menyampaikan sikap secara objektif, proporsional, dan berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi hak, tanggung jawab, serta kepentingan bersama," ujarnya.

Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta kemudian menyampaikan lima poin sikap terkait rencana aksi AMPB.

1. Menjunjung tinggi hak demokrasi dan tanggung jawab kewarganegaraan

Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Mereka menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat. Karena itu, setiap bentuk penyampaian pendapat diharapkan dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas serta ketertiban umum.

Aliansi tersebut juga mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog yang konstruktif dan saling menghormati perbedaan pandangan.

2. Mendorong penyampaian aspirasi yang inklusif dan proporsional

Aliansi BEM Persatuan menilai setiap kelompok masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi sesuai dengan kepentingan yang diperjuangkan.

Keberagaman pendapat disebut sebagai bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Karena itu, setiap narasi dan penyampaian aspirasi diharapkan dilakukan secara proporsional serta tetap menghargai perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.

3. Menjaga etika demokrasi dan menghormati institusi negara

Aliansi BEM Persatuan mengajak masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi untuk menjaga etika demokrasi, ketertiban, serta menghormati simbol dan institusi negara.

Mereka menegaskan kritik, masukan, maupun tuntutan terhadap kebijakan publik merupakan bagian yang sah dalam demokrasi. Namun, penyampaiannya dinilai akan lebih bermakna apabila dilakukan secara santun, damai, dan berlandaskan semangat perbaikan bersama.

4. Mengutamakan dialog, kondusivitas, dan solusi

Aliansi BEM Persatuan meyakini aspirasi yang disampaikan dengan baik dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan demokrasi.

Karena itu, mereka mendorong seluruh pihak menggunakan pendekatan dialogis, persuasif, dan solutif dalam menyampaikan pandangan maupun tuntutan.

Menurut mereka, kekuatan sebuah gerakan tidak hanya terletak pada kemampuan menyuarakan kritik, tetapi juga pada kemampuan menawarkan gagasan, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

5. Menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan

Aliansi BEM Persatuan menilai perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memperlebar jarak antar kelompok masyarakat maupun mahasiswa.

Mereka mengajak seluruh elemen bangsa membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan mengedepankan semangat persaudaraan dalam menyikapi perbedaan.

Persatuan, menurut mereka, bukan berarti menghilangkan keberagaman pandangan, melainkan memastikan setiap perbedaan dapat dikelola secara dewasa dalam bingkai kebangsaan dan kepentingan bersama.

Editor : Hendra
Sumber : Antara
AMPB Aksi 27 Agustus Aliansi BEM Persatuan