JawaPos.com – Kredit CIMB Niaga terus melaju pada paruh pertama tahun ini. PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan total kredit dan pembiayaan Rp 247,2 triliun hingga semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 6,6 persen secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan kredit tersebut menjadi salah satu penopang kinerja perseroan di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Kami meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit atau pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan,” ujar CEO CIMB Niaga Lani Darmawan kemarin (19/8).
Segmen perbankan korporasi menjadi motor utama pertumbuhan kredit. Penyaluran kredit pada segmen tersebut tumbuh 13,8 persen YoY, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan segmen lainnya.
Sementara itu, kredit perbankan komersial tumbuh 4,6 persen. Segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 2,9 persen, sedangkan perbankan konsumer tumbuh 0,1 persen. Dari pembiayaan ritel, kredit pemilikan mobil (KPM) juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 4,7 persen.
“Meski ekspansi kredit terus berjalan, CIMB Niaga tetap menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat membaik menjadi 1,83 persen,” tuturnya.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) turut tumbuh. Hingga semester I 2026, DPK CIMB Niaga mencapai Rp 269,3 triliun, naik 2,8 persen YoY. Komposisi dana murah juga semakin kuat. Rasio CASA meningkat menjadi 71,7 persen.
“Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi CIMB Niaga dalam mempererat hubungan nasabah dan memaksimalkan ekosistem perbankan digitalnya,” jelas Lani.
Editor : HendraSumber : Jawa Pos Koran