Rumah singgah tersebut disediakan secara gratis bagi para aktivis, jurnalis, peneliti, akademisi maupun penggembira muktamar dari luar Jombang yang masih kesulitan mendapatkan tempat menginap. ’
’Selain dekat dengan lokasi muktamar, seluruh rumah singgah juga memiliki akses yang mudah menuju transportasi online maupun offline. Di sekitar lokasi juga terdapat pertokoan, pusat kuliner, masjid, dan musala,’’ terang kata Aan Anshori dari JANUR Jombang, seperti dilansir Jawa Pos Radar Jombang kemarin (18/8).
Ada tiga lokasi rumah singgah yang disediakan. Pertama, Guest House GKJW Jombang di Jalan Adityawarman 1 Jombang, sebelah barat Pasar Pon.
Lokasi ini berkapasitas 10 orang dan berjarak sekitar 4–5 kilometer dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, lokasi utama muktamar.
Kedua, Guest House Pastori GKI Jombang di Jalan Tugu Gang III, belakang RSIA Muslimat Jombang. Rumah singgah itu berkapasitas empat orang dan berada di tengah kota, sekitar 3 kilometer dari lokasi muktamar.
Ketiga, Guest House BAMAG Jombang yang berada di Dusun Weru, Mojongapit. Lokasi tersebut berkapasitas 20 orang dan berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi Muktamar.
Nyaman dan Bersih
Sementara itu, Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Jombang menyiapkan 53 masjid dan musala ramah muktamirin.
Baik peserta resmi maupun penggembira yang diperkirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
’’PD DMI akan mengoordinasikan masjid-masjid di sekitar lokasi utama agar siap menjadi homebase yang nyaman, bersih, dan menenangkan,’’ kata Ketua PD DMI Kabupaten Jombang Didin A Sholahuddin kemarin. (ang/jif/ttg)
Editor : HendraSumber : Radar Jombang, Jawa Pos Koran