Jarak dan Elevasi Hadang Heli Water Bombing Padamkan Kebakaran Bromo

Tatang Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:05 WIB
Kebakaran Bromo masih menyala di lereng curam. Heli water bombing BNPB dan TNI AL dikerahkan, tetapi terkendala angin, jarak, dan elevasi. (Dok. Radar Bromo)
Kebakaran Bromo masih menyala di lereng curam. Heli water bombing BNPB dan TNI AL dikerahkan, tetapi terkendala angin, jarak, dan elevasi. (Dok. Radar Bromo)

JawaPos.com – Asap masih mengepul dari beberapa puncak tebing yang sebelumnya dilalap api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Titik-titik api juga masih tampak menyala di lereng-lereng curam yang sulit dijangkau petugas darat.

Pantauan Radar Bromo Grup Jawa Pos, kobaran api tampak bergerak ke arah timur menuju kawasan P-30, Pudak Lembu, Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, proses pemadaman kemarin diperkuat dengan bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Laut (AL).

"Tim di darat juga tetap melakukan pemadaman menggunakan gebyok pada titik-titik api yang masih bisa dijangkau," ujarnya.

Menurut Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, dua helikopter dari TNI AL sempat terkendala saat mengambil air dari Ranu Pane.

"Bucket berkapasitas satu ton tidak dapat diangkat karena kondisi angin cukup kencang. Jarak dan elevasi dari lokasi pengambilan air menuju titik kebakaran juga tinggi," jelasnya.

Sementara itu, dari dua helikopter BNPB, satu unit di antaranya sedang menjalani proses verifikasi di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Sekitar pukul 15.30 kemarin, satu helikopter BNPB lainnya akhirnya melakukan water bombing di kawasan Pusung Jantur, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Tahap awal membawa sekitar 250 hingga 400 liter air terlebih dahulu sambil melihat kondisi medan," kata Gatot.

Gede Pangrango Ditutup

Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, mulai 7 hingga 11 Agustus 2026.

Penutupan ini dilakukan menyusul insiden kebakaran yang menghanguskan vegetasi rumput kering di kawasan barat Alun-alun Suryakancana pada Kamis (6/8) sore.

Menurut Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta, langkah itu diambil untuk mengutamakan keselamatan para pendaki, wisatawan, dan masyarakat.

"Penutupan jalur juga bertujuan agar proses pemadaman dan penanganan pascakebakaran dapat berjalan efektif," katanya. (gus/mie/den/ttg)

Editor : Hendra
Sumber : Radar Bromo, Jawa Pos Koran
bromo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bnpb