Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Ancaman Bom Hentikan Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah, Polda Metro Jaya Buru Pelaku

Hilmi Setiawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44 WIB
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya usai melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Personel Brimob menyisir lokasi tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya usai melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Personel Brimob menyisir lokasi tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JawaPos.com – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berakhir tegang, kemarin. Kegiatan tahunan itu terpaksa dihentikan setelah sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp.

Pesan tersebut dikirim dari nomor tak dikenal kepada salah seorang guru saat upacara MPLS berlangsung. Pengirim mengancam akan meledakkan sekolah dan mengklaim telah menempatkan bahan peledak di 11 titik di lingkungan sekolah.

Isi pesan itu menyebut sekolah akan meledak dalam hitungan menit dan meminta pihak sekolah tidak melapor kepada polisi.

Mendapat ancaman tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah pengamanan. Seluruh siswa dipulangkan lebih awal untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Tim Penjinak Bom Sisir Sekolah

Tak lama setelah laporan masuk, Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya datang ke SDN Srengseng Sawah 15. Tak lama kemudian disusul tim Densus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta unit K-9 bersama anjing pelacak.

Mereka melakukan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh. Area sekolah dipasang garis polisi dan ditutup. Setelah sekitar empat jam melakukan penyisiran, petugas menyatakan sekolah aman. Tidak ditemukan bahan peledak.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku.

"Saat ini anggota masih melakukan pengejaran untuk menangkap dan memeriksa yang bersangkutan, termasuk mendalami motifnya," ujar Nurma.

Guru kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi, menuturkan bahwa pesan ancaman diterima ketika upacara sedang berlangsung. Pihak sekolah berupaya menjaga situasi tetap kondusif agar siswa tidak panik.

"Setelah Kapolsek datang, anak-anak diimbau pulang. Seluruh guru juga diminta keluar agar area sekolah bisa disterilkan," katanya.

Menurut dia, setelah upacara selesai para siswa tetap dikumpulkan di lapangan sambil menunggu kedatangan petugas. Setelah mendapat arahan dari kepolisian, seluruh murid dipulangkan sebagai langkah antisipasi.

Hingga siang kemarin, belum ada pihak yang diperbolehkan masuk kembali ke lingkungan sekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana masih tegang. Personel kepolisian berjaga di setiap akses masuk, sementara Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob terus melakukan penyisiran. Jalan menuju sekolah juga ditutup bagi warga luar.

Wamendikdasmen Ikut Memantau

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat membenarkan adanya ancaman bom tersebut. Dia mengaku telah mengecek langsung informasi itu kepada jajaran kepolisian.

"Tidak ada alasan apa pun yang membenarkan ancaman bom, apalagi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi proses belajar mengajar," ujarnya.

Atip menegaskan, Kemendikdasmen mengutuk keras aksi tersebut dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Dia juga meminta kegiatan MPLS dihentikan sementara sampai situasi dinyatakan benar-benar aman oleh kepolisian.


Mendikdasmen Buka MPLS di Malang

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi membuka MPLS Ramah 2026 di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (13/7). Dia menegaskan, pelaksanaan MPLS harus bebas dari praktik perpeloncoan maupun senioritas.

Menurut Mu'ti, MPLS merupakan tahapan penting yang menjadi awal perjalanan belajar peserta didik di jenjang pendidikan baru. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh murid.

"Kami mengajak anak-anakku sekalian menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal menatap masa depan yang gemilang dan meraih cita-cita," ujarnya saat memimpin upacara pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027.

Mu'ti kembali mengingatkan agar MPLS tidak diwarnai perpeloncoan ataupun budaya senioritas. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi sarana membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan menyayangi antarsesama warga sekolah.

Selain itu, MPLS juga diharapkan menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik.

"Setiap anak Indonesia memiliki bakat dan potensi yang harus dikembangkan," katanya.

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Personel Brimob menyisir lokasi tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Personel Brimob menyisir lokasi tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang mendampingi peserta didik serta kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menambahkan, MPLS harus menjadi ruang adaptasi yang menyenangkan bagi murid baru melalui pendampingan guru dan kakak kelas yang ramah.

Kemendikdasmen telah menerbitkan Buku Rujukan MPLS Ramah 2026. Buku tersebut memuat berbagai contoh kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, seperti Salam Sapa Murid Baru, Upacara Bendera, Pagi Ceria, pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan, serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Materi MPLS juga mencakup edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi, serta penguatan disiplin, tanggung jawab, dan pembelajaran yang menyenangkan.

Sementara itu, panitia MPLS Putri Kayla Azzahra mengatakan OSIS telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut sekitar 600 murid baru.

Menurut siswi kelas XI Program Keahlian Animasi itu, sejak pra-MPLS para murid telah diajak mengenal lingkungan sekolah. Selama MPLS, mereka mengikuti pengenalan budaya sekolah, edukasi bahaya Napza, budaya ASRI, hingga kegiatan yang ditutup dengan pentas seni dan perlombaan.

"Untuk adik-adik, terus semangat dan jangan takut mencoba. Kami di sini siap mendampingi agar bersama-sama bisa berprestasi," ujarnya. 

Editor : Hendra
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SDN Srengseng Sawah 15 mpls bom whatsapp