Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Wapres Gibran Dukung SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Diundang ke Jakarta setelah Insiden LCC Empat Pilar MPR

Jawa Pos Radar • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:29 WIB
Tangkapan layar Josepha saat cerdas cermat. (Dok. JP)
Tangkapan layar Josepha saat cerdas cermat. (Dok. JP)

JawaPos.com – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR menuai perhatian dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Tim SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dirugikan karena jawaban mereka disalahkan dewan juri, secara khusus diundang ke Jakarta kemarin (12/5).     

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie mengatakan, undangan wapres tersebut merupakan  bentuk apresiasi terhadap capaian dan perjuangan siswa SMAN 1 Pontianak di tingkat nasional.

”Anak-anak SMAN 1 Pontianak berangkat ke Jakarta bersama tim dari Wapres,” ujar Faisal kemarin.

Dugaan Gangguan Audio

Faisal menilai, para siswa telah menunjukkan kualitas mental luar biasa dengan tetap bersikap tenang saat menghadapi situasi yang memicu kontroversi tersebut. Terkait duduk perkara, Disdikbud Kalbar telah meminta klarifikasi dari pihak sekolah dan tim pendamping lomba guna mengetahui detail kejadian saat kompetisi berlangsung.

Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan gangguan audio pada perangkat speaker yang mengarah ke meja juri sehingga jawaban peserta tidak terdengar dengan jelas oleh tim penilai.

”Di siaran langsung dan pendengaran penonton, jawabannya cukup jelas. Namun speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” jelas Faisal.

Di media sosial, dukungan untuk tim SMAN 1 Pontianak terus mengalir. Warganet memberikan apresiasi atas ketenangan para siswa ketika menghadapi momen yang dinilai tidak adil tersebut terekam kamera dan menjadi sorotan nasional tersebut.

Jawaban yang Tertukar

Momen kontroversial tersebut terjadi pada sesi tanya jawab rebutan. Saat itu pembawa acara melontarkan pertanyaan seputar mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menekan bel lebih dulu dan menyampaikan jawaban mereka. Salah satu perwakilan siswa menyebut anggota BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh presiden.

Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR Dyastasita Widya Budi selaku dewan juri. Karena jawaban dianggap salah, juri memberikan pengurangan lima poin. 

Kesempatan menjawab diambil oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang disampaikan sama persis dengan SMAN 1 Pontianak. Namun, juri malah membenarkan jawaban tersebut dan memberikan tambahan poin 10. (mdy/aph)

Editor : Hendra
#Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR #sman 1 pontianak #gibran rakabuming