JawaPos.com – Di antara tantangan yang dihadapi para petugas haji saat ini adalah banyaknya jemaah yang berstatus risiko tinggi dari sisi kesehatan. Karena itu, mereka diminta untuk memberikan pelayanan seoptimal mungkin.
"Ada sekitar 177 ribu dari 203 ribu jemaah haji reguler berangkat dengan status risiko tinggi dari sisi kesehatan," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pelepasan petugas haji yang bertugas di Daerah Kerja Daker Madinah dan Bandara di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, kemarin (17/4).
Total petugas yang dilepas pada tahap pertama itu berjumlah 360 orang. Dahnil menuturkan, tidak ada lagi waktu berleha-leha bagi petugas. Setibanya di Saudi, mereka harus langsung tancap gas menyambut kedatangan jemaah.
Sesuai jadwal Kemenhaj, jemaah mulai masuk asrama haji pada 21 April. Kemudian diterbangkan menuju Saudi pada 22 April.
Jemaah gelombang pertama mengambil rute penerbangan dari tanah air menuju Madinah. Setelah sekitar delapan hari di Madinah untuk ibadah Arbain, jemaah diberangkatkan menuju Makkah.
Data lain yang dia sampaikan, sekitar 55 ribu jemaah haji tamatan SD. Kemudian ada 56 ribuan jemaah haji tamatan SMP. Selain itu, sebanyak 25 persen jemaah haji berusia lanjut atau lansia.
Dahnil meminta para petugas haji meluruskan mental dan niat. Jangan sampai ada yang berangkat dengan niat berhaji sambil nebeng jadi petugas.
"Bisa berhaji itu adalah bonus. Tugas utamanya adalah jadi petugas haji," katanya.
Editor : Hendra