Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Haji 2026: Seluruh Visa Jemaah Telah Terbit, Layanan Fast Track Kian Bertambah Jelang Keberangkatan

Hilmi Setiawan • Minggu, 19 April 2026 | 16:49 WIB
Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan (kiri) mengecek kesiapan pesawat Garuda Indonesia di GMF AeorAsia, Bandara Soekarnk-Hatta, Tangerang, Rabu (15/04/2026). Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat untuk penerbangan haji dengan rincian 6 pesawat Boeing dan 9 Pesawat Airbus dengan 300 pilot dan 700 awak kabin untuk 10 embarkasi dengan estimasi mengangkut 102.502 calon jamaah haji Indonesia. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan (kiri) mengecek kesiapan pesawat Garuda Indonesia di GMF AeorAsia, Bandara Soekarnk-Hatta, Tangerang, Rabu (15/04/2026). Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat untuk penerbangan haji dengan rincian 6 pesawat Boeing dan 9 Pesawat Airbus dengan 300 pilot dan 700 awak kabin untuk 10 embarkasi dengan estimasi mengangkut 102.502 calon jamaah haji Indonesia. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com— Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf memastikan persiapan layanan haji 2026 hampir rampung 100 persen. Persiapan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia.

Sepekan jelang keberangkatan kloter pertama, seluruh visa calon jemaah juga sudah keluar. “Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional akhir,” ujar Irfan dalam paparannya di Kantor Staf Presiden Jakarta, (15/4).

Di Makkah, sebanyak 177 hotel disediakan di wilayah Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Sementara di Madinah disiapkan 100 hotel di kawasan Markaziyah sehingga jemaah cukup berjalan kaki menuju Masjid Nabawi.

Dari sisi konsumsi, pemerintah menyiapkan 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Transportasi juga dipastikan siap, mulai dari bus antarkota hingga layanan khusus.

“Bus Shalawat, yaitu bus yang berputar terus selama 24 jam dari penginapan pemondokan menuju Masjidil Haram, juga sudah kita siapkan,” kata Irfan.

Siapkan 40 Klinik

Untuk layanan kesehatan, pemerintah menyediakan 40 klinik di Makkah dan lima klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Pemerintah juga bekerja sama dengan rumah sakit besar di Arab Saudi untuk mendukung layanan medis jemaah.

Pemerintah juga mematangkan kesiapan di dalam negeri melalui 16 embarkasi, termasuk dua tambahan baru. Salah satunya Embarkasi Jogjakarta. “Jogjakarta ini agak istimewa karena kami tidak menggunakan asrama haji, tapi hotel yang ada di dekat bandara. Ini pilot project embarkasi tanpa asrama haji,” ujarnya.

Arab Saudi, tambah Irfan, juga menambah layanan fast track. Sebelumnya di Embarkasi Jakarta (Soekarno-Hatta), Juanda, dan Solo, sekarang ada pula di Embarkasi Makassar.

Dengan layanan itu, jemaah bisa merasakan layanan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang cepat. Setelah tiba di bandara Jeddah atau Madinah, jemaah fast track bisa langsung masuk bus tanpa harus melewati pemeriksaan imigrasi di sana.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebutkan, pihaknya siap menambah personel di bandara. “Nantinya, layanan pemeriksaan dokumen imigrasi dilakukan di asrama haji, sehingga saat di bandara, jemaah tidak perlu menunggu lama,” katanya.

Editor : Hendra
fast track visa haji