Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Dewasa, Penanganan KLB Tidak Dapat Dilakukan Secara Sektoral

Ferlynda Putri Sofyandari • Rabu, 8 April 2026 | 21:27 WIB
Ilustrasi - Imunisasi campak di Kota Tangerang. (Dok. JP)
Ilustrasi - Imunisasi campak di Kota Tangerang. (Dok. JP)

JawaPos.com – Persetujuan vaksin campak untuk kelompok dewasa menjadi angin segar di tengah kejadian luar biasa (KLB) yang melanda Indonesia sepanjang 2026. Langkah tersebut diharapkan memperkuat perlindungan terutama bagi kelompok berisiko tinggi di luar anak-anak.

Data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-11 2026, terdapat 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota pada 14 provinsi. Meski tren kasus turun signifikan hingga 93 persen dari 2.220 kasus menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret, kewaspadaan tetap diperlukan. Sebab, masih terdapat 10 kasus kematian dan sekitar delapan persen kasus terjadi pada kelompok dewasa.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan, pihaknya telah menyetujui penggunaan vaksin campak untuk dewasa. “BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak selain untuk anak juga untuk kelompok dewasa,” ujarnya di Jakarta kemarin (8/4).

Vaksin yang disetujui meliputi kombinasi Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), serta vaksin campak tunggal. Persetujuan ini ditujukan untuk memperluas cakupan perlindungan khususnya bagi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan individu yang memiliki kontak erat dengan pasien dengan daya tahan tubuh lemah.

Evaluasi Ilmiah

Menurut Taruna, keputusan tersebut telah melalui evaluasi ilmiah komprehensif yang melibatkan berbagai ahli dan mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia. Hasilnya menunjukkan vaksin memiliki profil keamanan yang baik serta dapat ditoleransi oleh kelompok dewasa.

Selama ini, program vaksinasi campak di Indonesia lebih berfokus pada anak dan terbukti menekan angka kasus. Namun, perubahan pola epidemiologi membuat kelompok dewasa kini turut menjadi perhatian dalam upaya pengendalian penyakit.

Dengan perluasan vaksinasi ke kelompok dewasa, pengendalian campak diharapkan semakin optimal dan mampu melindungi masyarakat secara lebih luas.

“Penanganan KLB campak tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat,” tuturnya. (lyn/ttg)

Editor : Hendra
campak vaksin bpom