Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kementerian Luar Negeri Catat 720 WNI Tertahan di Timur Tengah, Imbas Perang Iran vs AS-Israel

Zalzilatul Hikmia • Rabu, 8 April 2026 | 19:28 WIB
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran tiba di Lounge Umroh Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/03/2026). Sebanyak 22 WNI difasilitasi oleh Kemlu untuk kembali ke tanah air sejak konflik yang terjadi di Iran. Rencanannya pemulangan direncanakan sebanyak dua tahap. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran tiba di Lounge Umroh Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/03/2026). Sebanyak 22 WNI difasilitasi oleh Kemlu untuk kembali ke tanah air sejak konflik yang terjadi di Iran. Rencanannya pemulangan direncanakan sebanyak dua tahap. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JawaPos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat, telah memfasilitasi proses repatriasi mandiri 2.285 orang WNI dari Timur Tengah imbas perang Iran melawan AS-Israel. Jumlah ini diluar dari jumlah jamaah umroh yang dipulangkan.

Kendati demikian, masih ada 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah. Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah memastikan, seluruh WNI tersebut sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air. 

“Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di kawasan terus memantau secara ketat perkembangan situasi di Iran dan di Timur Tengah selama 39 hari pasca serangan AS dan Israel. Khususnya, kondisi para WNI di kawasan,” tuturnya dalam press briefing Kemlu, di Jakarta, Rabu (8/4). 

Spesifik mengenai WNI di Iran, Heni menyebut, jika KBRI Tehran terus melakukan kontak secara berkala dengan para WNI yang berada di sana, baik yang berstatus sebagai residen maupun non-residen. Tercatat, ada sekitar 281 orang WNI yang berada di wilayah Iran. Di mana, 35 orang di antaranya adalah anak buah kapal (ABK) yang berada di daerah pesisir-pesisir Iran. 

Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, Kemlu masih membuka opsi evakuasi. Heni mengungkapkan, bahwa KBRI Tehran terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi. 

“Dan tentunya terkait rencana evakuasi ini terus disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan, mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute yang aman. Baik pada saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju titik destinasi evakuasi di negara lain,” tuturnya. 

Editor : Hendra
timur tengah iran kemenlu