JawaPos.com - Untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung ingin layanan Transjabodetabek terus dikembangkan. Meskipun, dari target sepuluh rute, yang terealisasi tahun lalu baru ada enam rute. Namun, dalam waktu dekat, Pramono menjanjikan akan membuka kembali rute baru Transjabodetabek, yang melintasi wilayah-wilayah Jakarta dengan Banten.
‘’Banten ke Jakarta yang sudah terhubung itu dari Alam Sutera- Blok M, PIK 2-Blok M. Bentar lagi akan kami buka dari Soekarno Hatta ke Blok M. Pasti orang akan menggunakan itu,’’ kata Pram.
Politisi PDI Perjuangan itu meyakini, jumlah penumpang rute baru itu nantinya akan meledak. Sebab, tarif yang ditawarkan sangat berbanding jauh bila menggunakan transportasi pribadi.
‘’Dari Blok M sampai Soekarno Hatta itu hanya bayar Rp 3500, mobilnya bagus, siapa yang nggak mau? Pasti mau,’’ terangnya. Dengan pembukaan rute baru Transjabodetabek itu, Pramono meyakini kemacetan di Jakarta akan berkurang signifikan.
Sebab, berdasar data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah penduduk kawasan aglomerasi Jakarta mencapai 42 juta jiwa, dengan populasi Jakarta sekitar 11 juta dan sekitar 4,5 juta warga penyangga yang keluar masuk Jakarta setiap harinya.
‘’Mereka butuh transportasi,’’ terangnya.
Untuk lebih rinci layanan rute baru itu, Pramono mengaku, akan ada pembahasan dalam rapat terbatas (ratas) yang akan dilaksanakan dengan jajarannya. Namun, dia menyebutkan, akan ada puluhan armada disiapkan untuk rute baru tersebut.
‘’Akan ada 20 armada yang disiapkan untuk trayek (Blok M-Soetta),’’ katanya.
Terkait adanya kritikan warga karena layanan TJ dalam kota masih menunggu lama, dia tidak menampiknya. Menurutnya, armada untuk melayani penumpang TJ dalam kota Jakarta sudah cukup.
‘’Kenapa kemudian sekarang ini banyak keluhan? Ada keluhan mengenai nunggunya lama? Yang pertama harus diakui karena musim hujan seringkali menunggu cukup lama. Yang kedua, orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan besar,’’ terangnya. Oleh karena itu, dia akan terus memerintahkan PT TJ untuk meningkatkan jumlah armadanya.
‘’Pasti, pasti (tambah armada). Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus elektrik,’’ katanya.
Editor : Hendra