Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Pedagang Mogok! Harga Daging Sapi di Bekasi Naik, Tri Adhianto Janji Surati Pusat

Febry Ferdian • Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:57 WIB
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendatangi Pasar Baru di Bekasi untuk memastikan kabar adanya sejumlah pedagang daging yang mogok karena kenaikan harga. (Dok. Pemkot Bekasi untuk Jawa Pos)
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendatangi Pasar Baru di Bekasi untuk memastikan kabar adanya sejumlah pedagang daging yang mogok karena kenaikan harga. (Dok. Pemkot Bekasi untuk Jawa Pos)

JawaPos.com - Gejolak harga daging sapi yang kian menekan pedagang pasar tradisional mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Bekasi. Menyusul adanya rencana mogok berjualan oleh pedagang daging, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun ke lapangan untuk memastikan kondisi ril di Pasar Baru, Bekasi, belum lama ini.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas rencana aksi mogok yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis (23/1) hingga Sabtu (25/1). Sejumlah pedagang daging mengeluhkan melemahnya daya beli masyarakat tidak sebanding dengan tingginya harga sapi, termasuk sapi impor dengan skema timbang hidup sehingga berdampak langsung pada penurunan transaksi.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian pengusaha daging memilih mengamankan stok bahan baku lebih awal demi menjaga pasokan bagi pelanggan tetap.

Data Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga rata-rata daging sapi murni di Kota Bekasi saat ini mencapai Rp133.659 per kilogram di tingkat konsumen. Sementara berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi di Pasar Kranji berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, naik sekitar Rp5.000 dari harga sebelumnya.

Saat meninjau kios daging di Pasar Baru bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, Tri Adhianto menyampaikan bahwa aksi mogok masih terjadi dalam skala terbatas.

“Saya memantau langsung perkembangan mogok yang dilakukan oleh pedagang daging, khususnya di Pasar Baru. Dari total 319 kios, terdapat 11 kios daging yang melakukan mogok berjualan. Kondisi ini merepresentasikan dinamika yang terjadi di pasar saat ini,” ujar Tri.

Dia menjelaskan, tingginya harga modal pembelian daging, baik lokal maupun impor, menjadi faktor utama yang memicu keluhan pedagang. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan kemampuan beli masyarakat yang cenderung menurun, sehingga volume transaksi ikut terdampak.

“Ada beberapa keluhan utama, yakni harga modal daging yang cukup tinggi dan kemampuan beli masyarakat yang menurun. Akibatnya, transaksi semakin berkurang. Harapannya, pasokan daging bisa semakin banyak sehingga harga di pasaran dapat ditekan,” ungkapnya.

Menindaklanjuti aspirasi pedagang, Tri Adhianto menyatakan Pemerintah Kota Bekasi akan menyampaikan kondisi di lapangan kepada pemerintah pusat. Pemkot berencana mengirimkan surat kepada Kementerian Pertanian sebagai upaya mendorong stabilisasi harga daging.

Dia berharap, langkah tersebut dapat membantu menciptakan keseimbangan harga, sehingga pedagang kembali berjualan dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Editor : Hendra
#harga daging sapi naik #Tri Adhianto #bekasi