Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Cek Kesehatan Gratis Ungkap Wajah Kesehatan Indonesia: 1 Dari 10 Orang Mengidap Diabetes

Ferlynda Putri Sofyandari • Minggu, 19 Oktober 2025 | 07:05 WIB
Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI.

JawaPos.com - Ada berbagai program unggulan di era pemerintahan Prabowo Subianto. Salah satunya adalah cek kesehatan gratis (CKG). Program yang diluncurkan pada Februari tahun ini menyasar seluruh umur. Hingga 17 Oktober, untuk pendaftar CKG sudah 44.910.083 jiwa, namun yang benar-benar menyelesaikan layanan sebesar 31.541.903 jiwa.

Kementerian Kesehatan, mayoritas yang melakukan CKG adalah usia sekolah atau 7 tahun sampai 17 tahun. Setelah itu baru usia 40 sampai 59 tahun. Program ini sudah ada di 510 kabupaten/kota di 38 provinsi. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah peserta terbanyak.

“Angka harapan hidupnya (orang Indonesia, Red) 71 tahun,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. CKG menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup. Dengan mengidentifikasi penyakit, maka pemetaan kesehatan Indonesia akan berjalan. Misalnya bisa melihat mana penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak.

Dante mengatakan bahwa dalam sehari CKG bisa melayani 600.000 orang. Dari skrining yang ada, diketahui bahwa berat badan bayi baru lahir rendah menjadi masalah pada kelompok usia balita. Lalu untuk anak prasekolah dan sekolah, kesehatan gigi perlu mendapatkan perhatian.

“Kurangnya aktivitas fisik juga bermasalah pada anak-anak sekolah. Ini yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

Lebih lanjut spesialis penyakit dalam itu menyebut aktivitas fisik akan menyebabkan banyak penyakit. Salah satunya menjadi biang obesitas. Memang Indonesia mengalami masalah tengkes sekaligus obesitas pada usia anak. Sehingga intervensi gizi diperlukan.

Pada kelompok usia dewasa, sepertiganya mengalami obesitas. Dante mengungkapkan tanpa pengecekan, sebenarnya bisa diketahui apakah seseorang itu obesitas atau tidak. Ini dilihat dari lingkar perut. Untuk laki-laki lingkar perut maksimal 90 cm, lalu perempuan 80 cm.

“Lebih dari itu berarti berisiko menjadi penyakit jantung,” katanya.

Dari CKG ini juga diketahui bahwa diabetes menjadi momok. Temuannya ada 10,1 persen mengalami diabetes. Artinya satu dari 10 orang di Indonesia mengalami diabetes. “70 persen di antaranya belum tahu kalau sebelumnya (sebelum tes, Red) menderita diabetes,” ungkapnya.

Dante mengungkapkan mengetahui penyakit secara dini lebih baik. Daripada mengetahui setelah ada gejala. “Sebelum kena stroke, sebelum jantung, atau sebelum cuci darah,” katanya. Dengan adanya skrining ini juga dapat melihat dalam 10 tahun ke depan bagaimana potensi kesehatan masyarakat. Sebab potensi kesakitan dapat terlihat dari hasil pemeriksaan CKG yang terdiri dari berbagai komponen.

Dia tidak khawatir jika kunjungan di puskesmas akan naik. Sebab sudah ada kesadaran bagi mereka yang memiliki risiko penyakit. “Terus memulai hidup sehat,” ucapnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pada awalnya target CKG adalah 1 juta perhari.

Sehingga 2025 ini dapat melakukan skrining pada 50 juta orang. Kemenkes mencoba beberapa cara agar cakupan semakin banyak. Jika semula CKG dihadiahkan untuk mereka yang ulang tahun, namun sekarang sudah tidak. Lalu ada wacana CKG akan dilakukan di kantor-kantor. Ini mengingat pemeriksaan di puskesmas hanya bisa dilakukan saat jam kerja.

Sementara yang masih bekerja harus cuti. “Ini merupakan salah satu program terbesar yang sedang dilakukan pemerintah,” katanya. 

Editor : Hendra
#CKG #diabetes #cek kesehatan gratis