JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menjaga kestabilan harga beras di pasaran. Kamis (21/8), petugas gabungan dari sejumlah instansi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Malabar, Kota Tangerang.
Tim terdiri atas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), Perumda Pasar Kota Tangerang, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk monitoring dan pengendalian harga bahan pokok di lapangan. Sampai saat ini, harga jual beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang, khususnya di Pasar Malabar, masih stabil dan tidak menunjukkan lonjakan berarti.
"Rata-rata harga beras medium dijual Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per liter. Untuk beras premium, berkisar antara Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu. Ini masih dalam batas wajar," ungkapnya.
Dalam sidak tersebut, tim juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi pasokan, harga jual, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkot Tangerang telah menyiapkan skema operasi pasar bersama BULOG.
Muhdorun menambahkan, sidak serupa akan dilakukan di sejumlah pasar tradisional lainnya.
"Kegiatan ini akan berlangsung beberapa waktu ke depan. Kami ingin pastikan ketersediaan beras aman dan harga tetap stabil," jelasnya.
Dia menegaskan, upaya pengawasan itu penting dilakukan menjelang masa peningkatan kebutuhan, seperti akhir bulan atau menjelang hari besar keagamaan. "Harapannya masyarakat tetap tenang, tidak terbebani lonjakan harga, dan kondisi ekonomi daerah tetap terkendali," pungkasnya.
Editor : Hendra