JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai negara dengan banyak kisah menarik di dalamnya. Pada dekade 1980-an, seorang bintang film mencalonkan diri dan berhasil terpilih sebagai Presiden. Sosok tersebut adalah Ronald Reagan, aktor yang kemudian menjabat sebagai Presiden ke-40 AS dari tahun 1981 hingga 1989.
Dilansir dari whitehousehistory.org, Ronald Wilson Reagan lahir pada 6 Februari 1911 di Tampico, Illinois. Dia lahir dari pasangan John Reagan yang berprofesi sebagai penjual sepatu dan istrinya, Nelle. Reagan menempuh pendidikan di Eureka College, tempat ia aktif dalam tim football dan juga berperan dalam drama kampus.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Reagan memulai karier sebagai penyiar radio untuk acara olahraga. Kemudian pada 1937, ia mendapat kontrak dari Warner Brothers di Hollywood. Berdasarkan britannica.com, masa kecil Reagan dan keluarganya diwarnai dengan sering berpindah-pindah tempat tinggal, sebagian besar karena sang ayah mengalami kecanduan alkohol. Mereka akhirnya menetap di Dixon, Illinois pada tahun 1920.
Meskipun tumbuh dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan dan menghadapi masalah sang ayah dengan alkohol, Reagan mengenang masa kecilnya di Dixon sebagai salah satu masa paling bahagia dalam hidupnya. Sebagaimana telah disebutkan, Reagan mengawali kariernya sebagai penyiar olahraga.
Menurut britannica.com, Reagan mendapat julukan "Dutch Reagan" dan mulai dikenal luas berkat siarannya dalam pertandingan bisbol tim Chicago Cubs. Setelah direkrut oleh Warner Brothers, ia membintangi lebih dari 50 film selama 27 tahun, di antaranya Knute Rockne, All American (1940), Kings Row (1942), dan The Hasty Heart (1950).
Reagan kemudian menikah dengan lawan mainnya, Jane Wyman, dan dikaruniai seorang putri bernama Maureen pada 1941 serta mengadopsi seorang anak laki-laki bernama Michael pada 1945. Namun, pernikahan ini berakhir dengan perceraian pada 1948.
Ketika Perang Dunia II berlangsung, Reagan bertugas sebagai perwira kavaleri di unit pelatihan film tentara yang berbasis di Los Angeles, meskipun tidak turun langsung ke medan perang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Pondok Aren, Sabtu 21 Juni 2025: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan
Seperti dilansir dari britannica.com, ia menjabat sebagai Presiden Screen Actors Guild dari 1947 hingga 1952, dan di tahun 1952 pula ia menikah dengan Nancy Davis. Awalnya seorang Demokrat, Reagan beralih ke Partai Republik pada tahun 1962 karena memegang teguh nilai-nilai konservatif dan menentang kebijakan Presiden John F. Kennedy yang berasal dari partai yang sama.
Reagan kemudian terpilih sebagai Gubernur California dan menjabat dari tahun 1967 hingga 1975. Menurut britannica.com, selama masa jabatannya ia berhasil menekan defisit anggaran dan merombak sistem kesejahteraan negara bagian. Pada Pemilu 1976, ia mencoba maju sebagai calon Presiden dari Partai Republik, namun dikalahkan oleh Gerald Ford yang kemudian juga kalah dari Jimmy Carter dari Partai Demokrat.
Di tengah resesi ekonomi dan krisis penyanderaan diplomat Amerika di Iran, posisi Carter semakin melemah menjelang pemilu berikutnya. Reagan pun kembali mencalonkan diri sebagai Presiden dari Partai Republik dan bersaing dengan George H.W. Bush serta John Anderson, sebelum akhirnya memenangkan nominasi dan memilih Bush sebagai calon wakil presiden. Dalam debat melawan Carter pada Pemilu 1980, Reagan melontarkan kalimat ikonik seperti “Are you better off now than you were four years ago?” dan “There you go again” yang menjadi titik balik kemenangannya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Pamulang Timur, Sabtu 21 Juni 2025
Seperti diberitakan britannica.com, pasangan Reagan-Bush memenangkan Pemilu 1980 dengan 489 suara elektoral dan sedikit lebih dari 50% suara populer. Carter hanya memperoleh 49 suara elektoral dan 41% suara populer, sementara Anderson, yang maju sebagai calon independen setelah gagal di Partai Republik, tidak mendapatkan suara elektoral dan hanya meraih 7% suara populer.
Reagan mulai menjabat pada 20 Januari 1981, dan pada hari yang sama para sandera diplomat Amerika di Iran dibebaskan. Kedekatan waktu pembebasan tersebut dengan pelantikannya memicu spekulasi bahwa Reagan bekerja sama dengan Iran untuk menunda pembebasan sandera agar tidak terjadi di masa jabatan Carter, yang dikenal sebagai “October Surprise”. Pada 30 Maret 1981, Reagan selamat dari percobaan pembunuhan oleh John W. Hinckley Jr. di Washington D.C., meski peluru sempat menembus paru-parunya dan nyaris mengenai jantung. Saat itu, Juru Bicara Gedung Putih James Brady juga mengalami luka parah. Reagan pulih setelah menjalani perawatan selama 12 hari.
Dikutip dari britannica.com, Reagan mengusulkan pemotongan pajak penghasilan individu dan perusahaan sebesar 30% dalam tiga tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemasukan negara. Ia juga merencanakan peningkatan anggaran militer sebesar $1,5 triliun dalam lima tahun. Namun, kebijakan ini disertai pemangkasan program sosial seperti pendidikan dan bantuan makanan. Pada 1982, pengangguran sempat mencapai hampir 11% dan defisit perdagangan melonjak dari $25 miliar di tahun 1980 menjadi $111 miliar pada 1984.
Baca Juga: Mau Olahraga Seru di GBK? Cek Rute Transjakarta dan MRT dari Ciputat Ini!
Namun, pada 1983 ekonomi mulai pulih, pengangguran dan inflasi turun drastis, memulai periode pertumbuhan ekonomi terpanjang dalam masa damai. Kondisi ekonomi yang membaik membuat Reagan dan Bush terpilih kembali dalam Pemilu 1984 dengan kemenangan telak 525 suara elektoral dan 59% suara populer, mengalahkan Walter Mondale dan Geraldine Ferraro yang hanya mendapat 13 suara elektoral dan 41% suara populer.
Dalam hal kebijakan luar negeri, Reagan memperkenalkan Strategic Defense Initiative (SDI) sebagai langkah untuk menghadapi ancaman Uni Soviet. Kehadiran pemimpin baru Soviet, Mikhail Gorbachev, memungkinkan hubungan yang lebih baik antara kedua negara.
Selain itu, pada dekade 1980-an, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Reagan juga terlibat dalam berbagai konflik di Karibia dan Timur Tengah, termasuk di Lebanon. Salah satu skandal yang mencuat adalah Iran-Contra, di mana Amerika menjual senjata ke Iran dan mengalihkan hasilnya untuk mendukung kelompok Contras di Nikaragua, sebagaimana dijelaskan dalam britannica.com.
Baca Juga: Taman Wisata Pulau Situ Gintung 2, Oase Alam Serba Lengkap di Tengah Kota
Reagan mengakhiri masa jabatannya pada 20 Januari 1989 dan digantikan oleh Wakil Presiden George H.W. Bush. Menurut britannica.com, pada 1994 Reagan didiagnosis menderita Alzheimer. Salah satu penampilan publik terakhirnya adalah saat pemakaman mantan Presiden Richard Nixon di tahun yang sama. Reagan wafat pada 5 Juni 2004 di Los Angeles dalam usia 93 tahun. Ia sempat menjadi Presiden A.S. dengan usia terpanjang hingga akhirnya disusul oleh Gerald Ford (meninggal di usia 93 tahun, 2006), George H.W. Bush (94 tahun, 2018), dan Jimmy Carter (100 tahun, 2024).
Hingga saat ini, Reagan dikenang sebagai Presiden yang membawa pertumbuhan ekonomi dan perubahan budaya besar di Amerika Serikat pada era 1980-an. Meski demikian, beberapa kebijakannya juga menuai kontroversi. Tak bisa dipungkiri, Reagan adalah mantan aktor yang kemudian menjadi Presiden ke-40 Amerika Serikat dengan warisan kepemimpinan yang terus dikenang hingga hari ini. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah