Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Dari PPATK, Kapolri Tekankan Pentingnya Ruang Siber Aman untuk Lindungi Ekonomi Nasional

Ilham Dwi Ridlo Wancoko • Kamis, 8 Mei 2025 | 14:26 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi keynote speech pada Program Mentoring Berbasis Resiko (Promensisko) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme dari kejahatan siber. (Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi keynote speech pada Program Mentoring Berbasis Resiko (Promensisko) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme dari kejahatan siber. (Polri)

 

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memerangi kejahatan siber, khususnya yang terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme (TPPT).

Penegasan ini disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko) yang digelar di Gedung PPATK, Jakarta Pusat, Kamis (8/5).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga penegak hukum, hingga organisasi internasional. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam menghadapi kejahatan siber yang kian kompleks.

"Diharapkan program ini dapat meningkatkan pemahaman, kapasitas, hingga penanganan TPPU dan TPPT yang berawal dari kejahatan siber," ujar Kapolri.

Ia menyoroti bahwa perjudian dan penipuan online menjadi dua jenis kejahatan siber yang paling dominan di Indonesia saat ini. Hal ini, kata Sigit, harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Perjudian dan Penipuan Online menempati posisi teratas kejahatan siber yang ada di Indonesia," jelasnya.

Kapolri menekankan bahwa keamanan siber bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tugas bersama lintas sektor. Ia menyebut bahwa sinergi antara lembaga penegak hukum, regulator, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil sangat penting dalam menangkal ancaman digital.

"Polri, PPATK, Kejaksaan, Hakim, Kemenkominfo, Kemenkeu, Bank Indonesia, Penyedia Jasa Keuangan, OJK, Civil Society, dan Organisasi Internasional memegang peran penting dalam upaya pemberantasan kejahatan siber, terutama penipuan dan perjudian online," tegas Sigit.

Menurutnya, ruang digital yang aman menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, kasus-kasus kejahatan siber kini juga melibatkan aliran dana lintas negara yang sulit dilacak jika tidak ditangani secara terpadu.

"Juga untuk mencegah mengalirnya dana masyarakat ke luar negeri seperti yang terjadi pada tindak pidana penipuan dan perjudian online," tutupnya.

Promensisko menjadi langkah strategis dalam membangun koordinasi lebih kuat antara lembaga negara untuk menghadapi era digital yang menantang. Harapannya, dengan kerja sama lintas institusi, Indonesia bisa lebih sigap menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi.

Editor : Dhimas Ginanjar
#ppatk #terorisme #tppu #kapolri