JawaPos.com - Aplikasi video pendek, TikTok terancam mangkat dari Amerika Serikat. Pasalnya pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana akan melarang TikTok untuk beroperasi. Di sisi lain, aturan ini diyakini para ahli akan menimbulkan dampak yang cukup besar, tak hanya di AS saja, namun juga punya dampak secara global.
Kenapa TikTok dilarang di AS?
Aturan ini bermula dari kekhawatiran dari pemerintah AS pada aplikasi yang berada di bawah naungan ByteDance tersebut. Menurut mereka, pemerintah China bisa saja memanipulasi konten dan mendapatkan akses ke data pribadi pengguna, melalui aplikasi tersebut.
Dilansir dari National Public Radio, pemerintah AS akan tetap mengizinkan TikTok untuk beroperasi, asalkan ByteDance mau menjualnya kepada pemerintah AS. Menindaklanjuti hal itu, TikTok mengajukan kasus ini ke Mahkamah Agung dan menantang undang-undang dari pemerintah AS yang berupaya melarang aplikasi video pendek tersebut di Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden AS kala itu yakni Joe Biden telah menandatangani aturan tersebut menjadi undang-undang pada bulan April 2024. ByteDance diberi waktu waktu hingga 19 Januari 2025 ini untuk melepaskan TikTok kepada pemerintah AS, jika tidak maka aplikasi tersebut akan ditutup aksesnya.
Apa Dampak Global yang Bisa Terjadi?
Dilansir dari Internet Society, menurut Natalie Campbell (Direktur Senior, Urusan Pemerintah dan Regulasi Amerika Utara) dan John Perrino (Pakar Kebijakan dan Advokasi) dalam tulisan mereka, larangan TikTok di AS dapat membawa dampak signifikan bagi berbagai pihak, termasuk bisnis kecil, pengguna individu, dan keterbukaan internet secara global.
Dampak pada Bisnis Kecil
Banyak bisnis kecil di AS mengandalkan TikTok untuk pemasaran dan penjualan produk. Menurut perkiraan, mereka bisa kehilangan lebih dari $1 miliar pendapatan dalam satu bulan jika larangan diberlakukan. Bisnis-bisnis ini mungkin harus beralih ke platform lain seperti Instagram Reels, Snapchat, atau YouTube Shorts, yang tentunya memerlukan adaptasi dan strategi baru.
Pelarangan Satu Aplikasi Tidak Berdampak Signifikan pada Keamanan Data Penggunanya
Pemerintah AS mengklaim bahwa larangan ini diperlukan untuk alasan keamanan nasional, dengan kekhawatiran bahwa data pengguna dapat diakses atau dimanipulasi oleh pemerintah China.
Di sisi lain, para ahli berpendapat bahwa melarang satu aplikasi tidak menyelesaikan masalah mendasar terkait privasi dan keamanan data. Pendekatan yang lebih komprehensif terhadap perlindungan data dan keamanan siber jauh lebih disarankan untuk mengatasi kekhawatiran ini, daripada tanpa harus melarang aplikasi tertentu.
Baca Juga: Gangguan Identitas Disosiatif: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Dampak Terhadap Keterbukaan Internet Secara Global
Miliaran orang di seluruh dunia bergantung pada konektivitas dan peluang yang dapat diakses melalui Internet dan sosial media. Mengingat, saat ini TikTok menjadi platform yang sangat populer di dunia.
Semakin banyak negara yang memblokir atau melarang aplikasi dan layanan tertentu, semakin sempit kebebasan untuk mendapatkan akses informasi secara global. Orang-orang yang mengandalkan akses luas ini untuk menjalin relasi, belajar, berkreasi, bahkan memperoleh penghasilan, akan menjadi semakin terisolasi dan tidak konsisten dari satu negara ke negara lain
Secara keseluruhan, larangan TikTok di AS membawa implikasi luas yang mempengaruhi ekonomi, keamanan, dan prinsip dasar internet global.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah