Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kasus Uang Palsu di Sulawesi Selatan: Bank Indonesia Sebut Mirip Fenomena Gunung Es, Apresiasi Kerja Polres Gowa

Hendra Eka • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:30 WIB

 

Ilustrasi uang pecahan Rp 100.000 sasaran utama pembuat uang palsu. (Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara)
Ilustrasi uang pecahan Rp 100.000 sasaran utama pembuat uang palsu. (Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara)

JawaPos.com - Konferensi pers yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolres Gowa kemarin juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rizki Ernadi Wimanda.

Dia mengapresiasi kinerja Polres Gowa dalam membongkar sindikat uang palsu. Temuan itu, menurut Rizki, ibarat fenomena gunung es. ’’Hanya sebagian kecil dari jumlah yang mungkin sudah beredar di masyarakat,’’ ucapnya.

Rizki menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia adalah satu-satunya lembaga yang berwenang mengelola uang. Mulai merencanakan, mencetak, mengedarkan, menarik, mencabut, hingga memusnahkan. ’

’Jadi, tindakan mencetak dan mengedarkan uang palsu merupakan pelanggaran berat yang dapat dikenai hukuman berat seperti yang disebutkan Pak Kapolda tadi, yakni penjara hingga seumur hidup dan denda hingga Rp 100 miliar,’’ ujarnya.

Baca Juga: KPK Tetapkan Dua Tersangka: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Benarkan KPK Datangi Kantornya, Periksa Dokumen CSR

Dia juga menjelaskan tingkat keamanan uang kertas asli yang dirilis Bank Indonesia. ’’Pada pecahan Rp 100 ribu terdapat lebih dari 10 fitur keamanan yang sulit dipalsukan,’’ jelas Rizki. Dia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam mengenali uang yang beredar. ’’Kami tidak dalam kapasitas membedakan berapa persen perbedaannya (antara yang palsu atau asli), pokoknya beda, satu saja beda itu sudah palsu,’’ katanya.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian bersama seluruh pihak lain dalam mengungkap kasus pembuatan dan peredaran upal.

’’Kami sangat mengapresiasi kinerja Pak Kapolda, Pak Kapolres, bersama dengan jajaran yang telah mengungkap kasus ini. Hal ini tentu sangat membantu pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat yang ada. Mudah-mudahan dengan terungkapnya kasus seperti ini, tidak akan ada lagi persoalan-persoalan yang sama terjadi di masyarakat,’’ ungkapnya. (sae/c7/oni)

Baca Juga: Dampak Penguatan Dolar AS: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan, Antisipasi Rencana Kebijakan Donald Trump 

Editor : Hendra
#sulawesi selatan #gowa #uang palsu #bank indonesia