JawaPos.com - Victor Dethan kini menjadi perhatian sebagai salah satu talenta muda andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Performanya yang konsisten membuka peluang besar baginya untuk bersinar di Piala AFF 2024.
Kesempatan ini menjadi ajang pembuktian bagi pemain berusia 20 tahun itu. Absennya beberapa pemain naturalisasi memberikan ruang bagi Victor untuk masuk dalam daftar pemain inti.
Victor mencuri perhatian publik saat laga uji coba melawan Bali United. Assist cemerlangnya yang berujung gol Marselino Ferdinan menunjukkan kualitas teknik dan visi bermainnya di lini serang.
Victor Benjamin Dethan lahir pada 11 Juli 2004 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia memiliki latar belakang multikultural dari ayah asal Kupang dan ibu berdarah Kanada. Perjalanannya di sepak bola bermula dari futsal sebelum bergabung dengan akademi PSM Makassar.
Di Elite Pro Academy PSM Makassar, Victor tampil gemilang dari level U-16 hingga U-18. Penampilannya memikat perhatian pelatih utama PSM, Bernardo Tavares, yang mempromosikannya ke tim senior pada 2023.
Meskipun pernah gagal menembus Timnas U-16, Victor tak menyerah. Usahanya berbuah manis saat dipanggil Shin Tae-yong untuk bergabung dengan Timnas senior di Piala AFF 2024.
Piala AFF 2024 menjadi panggung besar bagi Victor untuk menunjukkan potensinya. Shin Tae-yong menaruh kepercayaan penuh padanya, mengandalkan kemampuan teknik dan konsistensinya.
Dengan usia muda dan peluang berkembang yang besar, Victor bisa menjadi bintang masa depan Timnas Indonesia. Penampilannya di turnamen ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuannya dapat bersaing di level internasional.
Latar belakangnya sebagai pemain berdarah Kanada-Indonesia menambah daya tarik. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia untuk mengejar mimpi mereka.
Jika terus konsisten, Victor berpeluang menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kini, ia diharapkan mampu menjawab ekspektasi di Piala AFF 2024 dan membawa Timnas Indonesia meraih hasil maksimal.
Editor : Dhimas Ginanjar