Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Asupan Atasi Tengkes Butuh Rp 15 Ribu, Kemendukbangga Akan Saling Tukar Data dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ferlynda Putri Sofyandari • Senin, 9 Desember 2024 | 18:00 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mengapresiasi kesukesan pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang. (Dok. Humas)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mengapresiasi kesukesan pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang. (Dok. Humas)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp 10 ribu per porsi. Namun, dana itu dianggap belum cukup untuk mengatasi tengkes (stunting). Padahal, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan penurunan stunting mencapai 18 persen pada 2025.

Merujuk data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), ada 8,7 juta keluarga risiko tengkes dari 75 juta keluarga. Dengan kata lain, dari lima balita yang ada, salah satunya mengalami tengkes.

Baca Juga: Anggaran Rp 10 Ribu Per Porsi Hasil Uji Coba di Pulau Jawa, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Masih Jadi Polemik

’’Karena itu, ada gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting) untuk 1 juta anak Indonesia mencegah dan menggerakkan agar tidak tengkes,” kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji di Jakarta kemarin (8/12).

Dia menegaskan, pada 1.000 hari pertama kehidupan berpotensi untuk mencegah tengkes. Dalam program Genting itu, ada empat hal yang akan dibantu, yakni nutrisi, akses air bersih, edukasi, dan nonnutrisi. ’’Nutrisi ini adalah menu satu hari kira-kira nilainya Rp 15 ribu,” katanya.

Pemerintah sendiri menyediakan makan bergizi gratis. Sasarannya, selain anak-anak sekolah, juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Anggarannya Rp 10 ribu per porsi. Ketika ditanya apakah program Genting dan MBG akan bertabrakan, Wihaji yakin akan bersinergi. ’’Kami akan saling tukar data,” ujarnya. 

Kemendukbangga memiliki data keluarga, sementara data sasaran MBG, terutama kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita, masih akan menyesuaikan. Sebab, yang dimiliki Badan Gizi Nasional adalah data siswa. ’’Yang jelas, jangan sampai tumpang tindih,” imbuhnya. (lyn/c7/dio)

Editor : Hendra
#Mbg #stunting #Makan Bergizi Gratis #Tengkes #Prabowo Subianto