Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Adinia Wirasti dan Fedi Nuril Stres Lakoni Adegan Klimaks dalam Satu Kali Take di Film Bila Esok Ibu Tiada

Shafa Nadia • Jumat, 1 November 2024 | 08:35 WIB

 

 

Adinia Wirasti (kiri), Fedi Nuril, Amanda Manopo, Yasmin Napper, dan Hana Saraswati dalam konferensi pers di Thamrin, Jakarta, Rabu (30/10) malam. (Imam Husein/Jawa Pos)
Adinia Wirasti (kiri), Fedi Nuril, Amanda Manopo, Yasmin Napper, dan Hana Saraswati dalam konferensi pers di Thamrin, Jakarta, Rabu (30/10) malam. (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com – Film Bila Esok Ibu Tiada memberikan pengalaman serta pelajaran baru bagi jajaran pemainnya. Sebab, sutradara Rudy Soedjarwo banyak menggunakan teknik one shot untuk proses pengambilan gambar di sejumlah adegan penting.

Dan itu menjadi kesulitan sekaligus tantangan untuk para aktor, sekalipun bagi Adinia Wirasti yang sudah puluhan tahun menyelami dunia seni peran. ”Teknik shooting-nya nggak mudah, banyak one take,” ujar dia saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/10) malam.

Hal yang sama dirasakan Fedi Nuril. Dia menceritakan, ada satu golden scene yang membuatnya merasa tertekan saat melakoni peran sebagai Rangga. Yaitu, ketika semua pemeran anak berkumpul di suatu ruangan dalam keadaan berduka.

Di momen itu, gesekan pun terjadi. Sebab, masing-masing karakter saling meluapkan emosinya. Lagi-lagi, Rudy tetap menggunakan teknik one take untuk merekam kekacauan tersebut. ”Kami yang ada di lokasi itu stres banget. Adegan itu susah,” ucap Fedi.

Ruangan yang sempit menambah tantangan bagi Fedi, Adinia, Amanda Manopo, dan Yasmin Napper. Pasalnya, Rudy tidak mengatur pergerakan para pemain dengan blocking kamera.

Baca Juga: Debut Sutradara di Film Pangku, Sebuah Surat Cinta Reza Rahadian untuk sang Ibu Pratiwi Widantini Matulessy

Rudy membebaskan mereka untuk mengeksplorasi emosi agar adegan terasa lebih natural. ”Mas Rudy memercayakan semua ke kami,” kenang Fedi. Alhasil, adegan klimaks tersebut berhasil rampung setelah dilakukan berkali-kali. Sebab, ada beberapa hal yang dirasa tidak maksimal seperti luapan emosi pemain.

Pengulangan-pengulangan itu membuat keempat pemain sempat berdiskusi di sela proses syuting demi menghasilkan scene yang sempurna di mata sutradara. ”Karena memang harus benar emosinya supaya penonton tersentuh dengan adegan itu,” ungkap Fedi.

Terlepas dari itu, kebebasan improvisasi yang diberikan Rudy berdampak baik bagi seluruh pemain. Asti menyatakan bahwa sikap itu membuatnya belajar tentang sebuah kepercayaan. Juga energi positif yang ditularkan Rudy kepada para aktornya.

”Pengalaman pribadi tentang trust and letting go. Dan yang menarik itu hubungan fundamental antara director dan pemain. Mas Rudy percaya pemain bisa menciptakan sesuatu ke director,” papar Asti.

Bila Esok Ibu Tiada merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Nuy Nagiga. Film tersebut juga dibintangi aktris senior Christine Hakim, Nunu Datau, Hana Saraswati, Baim Wong, Caesar Hito, dan lainnya. Film Bila Esok Ibu Tiada bakal tayang di bioskop mulai 14 November. (shf/c6/nor)

 

Editor : Hendra
#fedi nuril #Rudy soedjarwo #Ardinia Wirasti #film